Jumat, 12 Oktober 2018

NOTE DAKWAH

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamualaikum teman"
Di salah satu sekolah di Saudi Arabia seorang ustadzah bidang studi agama memberikan pelajaran praktik kepada para pelajar putri, tetapi ia belum mendapatkan metode yang pas. Kemudian ia berpikir untuk memberikan pelajaran praktis bagi pelajar putri tentang hijab (pakaian syar’i bagi wanita) dan kegunaannya.
 Ketika masuk jam pelajaran untuknya, sang ustadzah membagi-bagikan sejumlah permen kepada para sisiwi. Permen yang ia bagikan ada dua jenis. Sebagian masih tetap terbungkus dan sebagian permen lainnya bungkusnya sudah dibuang. Setelah permen ini dibagikan kepada para siswi, diketahui bahwa semua siswi mengambil permen yang masih terbungkus dari pabrik. Pengajar itu bertanya kepada para siswi, ”Mengapa kalian tidak mengambil permen yang tidak terbungkus?”
 Maka murid-murid itu menjawab dengan penuh keyakinan bahwa permen yang tidak ada bungkusnya mungkin terkena kuman atau kotoran yang bisa membahayakan mereka.
 Lalu ustadzah itu berkata, “Permen ini adalah seperti kalian, sedangkan bungkus ini adalah ibarat hijab. Tatkala ada laki-laki yang ingin menikah, maka ia akan mencari wanita shalihah yang dapat mendatangkan manfaat
Read More ->>

SALAH SATU SUDUT SURGA _____FDK UINAM


Dipanggilnya umi Fatma. Isteri dari seorang buruh bangunan. Tinggal dirumah kontrakan yang ia sewa 500rb/bulan. Dibelakang rumah kontrakannya ada tanah ukuran 4m2 = 2m×2m yang ia tanami cabai, dan beberapa sayuran.

Tidak banyak yg tahu kalo umi Fatma seorang hafidzah. Ia memiliki 5 orang anak dan sekarang sedang mengandung anak yg ke-6. Sudah banyak bidan yg menyuruhnya STOP hamil, gunakan kontrasepsi ! Namun bagi umi Fatma anak adalah Rizki, dan rizki tidak boleh di stop. Adalah kebanggaan, Allah berkenan menganugerahi amanah anak-anak yang banyak.

Di rumahnya tidak ada tv, tidak ada kulkas dan tidak ada kipas angin. Saat saya mendatangi rumahnya, banyaaaakkk makanan yang ia suguhkan. Dari kue kering, bolu (kue basah), sampai bakso ikan pun keluar.

Anak-anaknyapun sehat-sehat. Tidak ada tanda-tanda anak kurang gizi. Anak pertamanya berusia 16 th sudah hafidz, Anak ke-2 usia 13 th hafal 15 juz, sedang dibimbing oleh kakaknya, anak ke-3 usia 9 th hafal 5 juz, anak ke -4 & ke-5 kembar usia 7th sudah qatam Al-Quran.

WOW !!! Saya terperangah mendengar ceritanya. Tidak ada suara tv dari rumah itu. Setiap hari sambil menunggu adzan terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran bersahut-sahutan.

"Alhamdulillah, Allah sangat sayang pada kami mba Iren. Abinya pulang kerja 1 minggu sekali, bawa uang banyak 500rb. Kami tiap hari bisa makan seperti ini" Ujarnya sambil tangannya menunjuk ke arah hidangan yang ia hidangkan untukku.

Lagi-lagi aku terperangah ! 500rb ?! 1 minggu sekali ?! Artinya dalam 1 bulan kurang lebih penghasilannya 2jt. Itupun masih dikurangi bayar kontrakan perbulan. Dan ia bilang banyak ? Subhanallah....!!! Serasa ditampar wajahku.... maluuuu rasanya.

Aku tersenyum kecut, tenggorakanku tercekat. Silahkan berhitung dengan logikanya Robert.T.Kiyosaki yang katanya pakar bisnis. Bisakah ia menjelaskan ini semua dengan logikanya ? Sementara banyak diantara kita yang sering melontarkan kata-kata :
"500rb mah sekarang dapet apaan ?!!!"
Allahu akbar....!!! Bagaimana dg 2jt/bulan mereka hidup berkecukupan ?
"Abinya selalu puasa sunah."
" Apa kuat umi ? Kerjaan abi kan berat ?"
"Pekerjaan itu sudah abi lakoni sejak kelas 4 SD. Puasa sunah pun sudah dilakoni sejak abi mulai sekolah. Jadi udah biasa dan ga berat lagi mba Iren. Kami teman mengaji dari kecil. Kami berdua lulusan SMP. Alhamdulillah lulus SD abi sudah hafidz. Saya malah telat, lulus SMP baru hafidzah."
"Umi, mohon maaf. Setiap hari kalo umi belanja rata-rata habis berapa ?" Karena penasaran, akhirnya kepoku keluar juga.

Umi Fatma tersenyum. Sebelum akhirnya menjawab:
"Kalo dapat pertanyaan ini saya bingung jawabnya mbak. Saya jarang belanja. Bahkan pernah 1 bulan penuh saya ga belanja. Karena tiap hari adaaa aja yang nganterin makanan, entah itu makanan mentah atau makanan mateng. Seperti baso ikan ini, kemarin ada yg ngasih ikan & telur. Kebetulan masih ada tepung, akhirnya saya buat bolu dan baso. Masih bisa berbagi sama tetangga dan bisa untuk menjamu tamu. Saya mah, dikasih kesempatan bisa berbagi sama tetangga dan menjamu tamu tiap hari, udah bersyukur mbak."

Umi Fatma.... dirimu memang bukan manusia kebanyakan. Dirimu bukan orang rata-rata. Perhatikan tutur kata yang terucap dari bibirnya. Tidak ada 1pun pemberian Allah yang ia kecilkan.
Saat orang kebanyakan berkata : "Yah walaupun hanya buruh bangunan dan tiap minggu cuma bawa uang 500rb, saya sih udah bersyukur bisa makan tiap hari. Yang penting adaa aja buat jajan anak-anak."

Perhatikan kata-kata yang keluar dari wanita sholeha itu : "Suami saya buruh bangunan mbak. Alhamdulillah tiap minggu abinya pulang bawa uang banyak 500rb. Saya sih bersyukur banget mba kalo tiap hari dikasih kesempatan berbagi dengan tetangga dan menjamu tamu."
Terlihatkah bedanya ? Rata-rata orang bersyukur "just lips service" tapi umi Fatma bersyukur dengan kesungguhannya.

Salah satu keluarga sakinah, yang Allah perkenankan menempati salah satu sudut Surga didunia, yang tidak akan tampak oleh mata-mata nanar penghamba riba dan para pemburu harta dunia...
Read More ->>

MAHLUK PALING HINA............. FDK UINAM


Di sebuah pondok pesantren, terdapat seorang santri yang tengah menuntut ilmu pada seorang Kyai. Sudah bertahun-tahun lamanya si santri belajar .Hingga tibalah saat dimana dia akan diperbolehkan pulang untuk mengabdi kepada masyarakat

Sebelum kang Santri pulang, Kyai memberinya sbuah ujian padanya
Pak Kyai kemudian berkata pada Kang santri.
""Sebelum kamu pulang, dalam tiga hari ini, aku ingin meminta kamu mencarikan seorang ataupun makhluk yang lebih hina dan buruk dari kamu, “ujar sang Kyai.

“Tiga hari itu terlalu lama Kyai, hari ini aku bisa menemukan banyak orang atau makhluk yang lebih buruk daripada saya,”jawab Santri penuh percaya diri.

Sang Kyai tersenyum seraya mempersilakan muridnya membawa seorang ataupun makhluk itu kehadapannya.
Santri keluar dari ruangan Kyai dengan semangat, krn mnganggap begitu mudah ujian itu.
Hari itu juga, si Santri berjalan menyusuri jalanan,Di tengah jalan, dia menemukan seorang pemabuk berat. Menurut pemilik warung yang dijumpainya, orang tersebut selalu mabuk-mabukan setiap hari. Pikiran si Santri sedikit tenang, dalam hatinya dia berkata,

“pasti dia orang yang lebih buruk dariku, setiap hari dia habiskan hanya untuk mabuk-mabukan, sementara aku selalu rajin beribadah.”
Dalam perjalanan pulang Si santri kembali berpikir,
" kayaknya si pemabuk itu belum tentu lebih buruk dari aku , sekarang dia mabuk-mabukan tapi siapa yang tahu di akhir hayatnya Allah justru mendatangkan hidayah hingga dia bisa khusnul Khotimah, sedangkan aku yang sekarang rajin ibadah, kalau diakhir hayatku, Allah justru menghendaki Suúl Khotimah, bagaimana? “berarti pemabuk itu belum tentu lebih jelek dari aku,”ujarnya bimbang.

Kang Santri kemudian kembali melanjutkan perjalanannya mencari orang atau makhluk yang lebih buruk darinya. Di tengah perjalanan, dia menemukan seekor anjing yang menjijikkan karena selain bulunya kusut dan bau, anjing tersebut juga menderita kudisan.

“Akhirnya ketemu juga makhluk yang lebih jelek dari aku, anjing tidak hanya haram, tapi juga kudisan dan menjijikkan, ”teriak santri dengan girang.


Dengan menggunakan karung beras, si Santri membungkus anjing tersebut hendak dibawa ke Pesantren, Namun ditengah jalan , tiba-tiba dia kembali berpikir
“anjing ini memang buruk rupa dan kudisan, namun benarkah dia lebih buruk dari aku?” Oh tidak, kalau anjing ini meninggal, maka dia tidak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya di dunia, sedangkan aku harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan selama di dunia dan bisa jadi aku akan masuk ke neraka.

Akhirnya si santri menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari anjing tersebut.
Hari semakin sore , Kang Santri msih mencoba kembali mencari orang atau makluk yang lebih jelek darinya. Namun hingga malam tiba, dia tak jua menemukannya. Lama sekali dia berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Pesantren dan menemui sang Kyai.

“Bagaimana Anakku, apakah kamu sudah menemukannya?”tanya sang Kyai.
“Sudah, Kyai,”jawabnya seraya tertunduk. “Ternyata diantara orang atau makluk yang menurut saya sangat buruk, saya tetap paling buruk dari mereka,”ujarnya perlahan.

Mendengar jawaban sang Murid, kyai tersenyum lega,
”alhamdulillah.. kamu dinyatakan lulus dari pondok pesantren ini, anakku,”ujar Kyai terharu.
Kemudian Kyai berkata "Selama kita hidup di Dunia, jangan pernah bersikap sombong dan merasa lebih baik atau mulia dari orang ataupun makhluk lain. Kita tidak pernah tahu, bagaimana akhir hidup yang akan kita jalani. Bisa jadi sekarang kita baik dan mulia, tapi diakhir hayat justru menjadi makhluk yang seburuk-buruknya. Bisa jadi pula sekarang kita beriman, tapi di akhir hayat, setan berhasil memalingkan wajah kita hingga melupakan_Nya

Rasulullah SAW bersabda:
Tidak akan masuk kedalam surga orang yang di hatinya ada kesombongan meskipun sebesar biji sawi (HR.Muslim no 91 )
Semoga sedikit ilmu yang di titipkan Allah Subhana Ta'alla dihati kita tidak menjadikan kita sombong dalam segala urusan.
Dan semoga di sisa umur yang Allah berikan dapat kita pergunakan sebaik-baiknya untuk memperbanyak Amal shale dan bukan hanya di sibukan dgn urusan duniawi belaka dan semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.....
Aamiin Ya Rabbal Alamiin
Read More ->>

note DAKWAH "JARINGAN IBLIS LOKAL"


.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
.
مَنْ دَعَاإِلىٰ هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الاَجْرِمِثْلُ أُجُرِمَنْ تَبِعَهُ لاَيَنْقُصُ ذٰلِكَ مِنْ اُجُوْرِهِمْ شَيْئًا
.
“Barang siapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dari pahala mereka sedikitpun.” (H.R Muslim)
.
Read More ->>

AKIBAT TAK MENUTUP AURAT! ••


Artinya: ”Dan Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(QS. Annur ayat :31]
Read More ->>

note DAKWAH _______ FDK UINAM

"Allah mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering. Allah tahu semua."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 59)
. "Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati."
(QS. At-Taghabun 64: Ayat 4)
.
.
"Dan di akhirat diperlihatkan buku catatan amal, lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang tertulis di dalamnya, dan mereka berkata, 'Betapa celakanya kami, buku apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya, dan mereka dapati semua apa yang telah mereka kerjakan itu tertulis." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 49) .
.
Sesungguhnya saat di dunia kita tak pernah sendiri. Dimanapun dan kapanpun berada, kita selalu disertai oleh pengawasan Allah dan bala tentaraNya dari kalangan malaikat yang diberi tugas khusus utk mencatat amal baik dan buruk.
.
Kemanapun kita pergi selalu ada yang Melihat dan mencatat apapun yang kita lakukan. Pencatat terhebat tak ada yang terlewatkan sedikitpun.
. .
.
"Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan, segala perbuatan yang kecil maupun yang besar semuanya tertulis." (QS. Al-Qamar 54: Ayat 52-53)
.
.
"Dan di akhirat engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 28)
.
Pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.
[QS. Al-Isra': Ayat 36]
Read More ->>

"PEREMPUAN" .... FDK UINAM


Akhlak seorang lelaki itu bisa dilihat bagaimana cara dia memperlakukan perempuan.
Akhlak seorang suami itu bisa dilihat bagaimana cara dia memperlakukan istrinya.
Seorang lelaki yang baik akan selalu menghormati perempuan. 
Seorang suami yang baik akan selalu memuliakan istrinya.
Seorang lelaki terhormat tak akan pernah mempermainkan perempuan.
Seorang suami terhormat tak akan menyakiti hati istrinya.
Firman Allah Ta'ala :
الرِّجالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّساء
ِKaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan. (QS. An-Nisa: 34)
ARRIJAALU QAWWAAMUUNA ‘ALAN NISAA’
1. Maka bersikaplah sebagai pemimpin yang baik.
2. Maka perlakukanlah kaum wanita dengan baik.
3. Maka bimbinglah kaum wanita dengan baik.
4. Maka hormatilah kaum wanita dengan baik.
Perempuan bukan cuma ditiduri..
Perempuan bukan untuk dieksploitasi..
Perempuan bukan bahan perkosaan..
Perempuan bukan dijadikan budak nafsu..
Perempuan bukan pemuas birahi..
Tapi..!
Perempuan untuk dihargai..
Perempuan untuk dihormati.
Perempuan untuk disetarakan..
Perempuan untuk disejajarkan..
Perempuan untuk diberlakukan adil..
Karena..!
Dari rahim perempuan kita lahir..
Dari Asi perempuan otak kita berkembang..
Tanpa perempuan kita tak akan bisa berkembang biak..
Sebab..!
Mereka bertarung nyawa demi melahirkan kita..
Mereka penuh kasih sayang memelihara kita..
Mereka jawaban dari doa-doa kita..
Mereka tidak butuh diagungkan..
Mereka hanya ingin disetarakan.. Untuk itu berikanlah hak kaum perempuan..
Cintailah perempuan setulus kita mencintai orang tua..
Jagalah kaum perempuan selayaknya menjaga harta milik kita..
Sayangilah perempuan layaknya menyayangi Ibu kita..
Karena pada dasarnya kita adalah sama..
Yaitu sama - sama manusia sejati.
"NASEHAT"
Read More ->>

(QS. Al-Anfal 8: Ayat 29), (QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 23), dan (QS. An-Nazi'at 79: Ayat 40-41) . FDK Niswar kullah

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang benar dan salah) "
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 29)
.
.
Ada orang yang bertambah usia tapi jauh dari kematangan, gampang tersinggung, mudah marah, jengkel, pamer, tidak jelas tujuan hidup mau kemana, karena belum bersungguh-sungguh belajar dan faham.
Yang harus sangat jelas dalam hidup adalah untuk siapa hidup kita ? Karena ini yang tujuan hidup, apa yang dituju dan diinginkan ? Jika tak jelas maka akan 'menuhankan' pasangan, popularitas, pujian, titel, harta,pangkat dan jabatan.
.
Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
(QS. Al-Jasiyah 45: Ayat 23)
.
Bertanyalah nasihat ke hati nurani. Allah ciptakan hati nurani bisa memberi nasihat kebaikan, tapi kita tak bisa mendengar suara hati, karena tertutup dosa dan maksiat.
Orang yang jarang taubat akan stress dan hidupnya menjadi ruwet, karena tak jelas mendengar suara hati.
Mudah-mudahan segalanya serba jelas, untuk mengenal Allah dan bagaimana seharusnya bersikap.
.
Allah berfirman: "Orang-orang yang takut kepada Allah dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,maka sungguh, surgalah tempat tinggalnya."
(QS. An-Nazi'at 79: Ayat 40-41) . .
Read More ->>

Selasa, 02 Oktober 2018

term of reference (TOR) JURNALISTIK PEMBANGUNAN

Merancang Lembar Penugasan (TOR)


Oleh P. Hasudungan Sirait

Sajian berita di media massa kita selama ini boleh kita katakan cenderung cuap-cuap (talking news) dan mengulang-ulang. Masalahnya peliput umumnya kurang kreatif sehingga hanya pasif menunggu perkembangan di lapangan (current issue) serta menggunakan pendekatan yang sudah klasik, untuk tak mengatakan basi, saja. Maka yang muncul hanya berita berisi omongan para narasumber termasuk pengamat. Tak banyak media yang rajin mengeksplorasi isu  sembari menukik-menyeruak ke kedalaman dan  kelengkapan informasi.

Agar tak terjebak dalam talking news dan hanya berpusing dalam pusaran current  issue ada strategi yang bisa diterapkan oleh peliput. Yaitu merencanakan liputan, seperti yang lazim dilakukan media massa bukan harian (majalah atau tabloid) yang tak mengandalkan berita keras (straight news atau hard news). Untuk harian, radio dan TV pun berita terencana ini bisa menjadi sajian khusus mendampingi berita-berita terkini atau dapat menjadi sajian utama kalau berita terkini tak ada yang kuat. Artinya peliput di lapangan sedang merasakan mati angin.

Berita terencana bisa diusulkan awak redaksi yang mana saja saat rapat redaksi. Kalau rapat redaksi menganggapnya menarik maka akan ditimbang. Dasar pertimbangannya adalah apakah belum pernah diangkat media lain dan kalaupun sudah pernah apakah ada sisi lain yang belum dimasuki. Artinya sudut berita (angle) lain. Jika ternyata tidak ada maka dijajaki apakah liputan nanti bisa dibuat lebih dalam (indepth) dan lengkap (komprehensif). Kalau ternyata tidak bisa ya tak perlu diangkat lagi. Angle lain dan/atau kedalaman dan kelengkapan yang lebih merupakan ciri khas berita terencana.

Jika usulan berita terencana telah lolos di rapat redaksi maka urusan berikutnya adalah membuat panduan umum peliputan alias lembar penugasan, outlineatau term of reference (TOR). Perlunya? Agar pengerjaan liputan nanti sesuai dengan perencanaan. Jelas tahapan dan proses pengerjaannya serta fokus. Siapa pun yang terlibat dalam peliputan nanti ia akan cepat mengerti apa yang akan dikerjakan kendati ia tidak mengikuti rapat redaksi kala usulan liputan diproses. Satu hal lagi, TOR ini menjadi semacam catatan pertanggungjawaban atau akuntabilitas dan bukti transparansi bagi seluruh awak tim liputan. Artinya setiap orang yang terlibat dalam liputan terencana ini—peliput di lapangan, penulis dan redaktur penyunting—bisa menilai kinerjanya dengan merujuk TOR.

TOR yang baik adalah yang jelas dan rinci. Semakin baik TOR niscaya akan kian mudah pengerjaan liputan. Karena itu ada yang mengatakan separo pekerjaan telah selesai kalau TOR-nya bagus. Memang ada benarnya. Sekali lagi perlu diingat bahwa TOR adalah panduan umum. Sebagai panduan umum ia tentu bertolak dari sejumlah pengandaian. Jadi sifatnya hipotetik. Yang namanya pengandaian harus diuji di lapangan. Ia bisa benar bisa salah. Kalau ternyata pengandaiannya keliru maka TOR-nya yang harus diubah. Tidak ada pilihan lain. Sangat keliru kalau hasil liputan dikondisikan sedemian rupa agar seturut TOR.

Tapi apa sebenarnya isi TOR? Bisa macam-macam, tergantung gaya pembuatnya. Tapi sebagai paduan umum ada berapa hal yang perlu tercakup di dalamnya yakni  topiklatar masalah, sudut berita (angle), pembagian tulisan/cerita/storynarasumber untuk setiap tulisan/cerita, daftar pertanyaan untuk setiap narasumber,  rancangan foto/sound/gambar dan infografis(khusus untuk media cetak dan TV),  riset data yang perlu agar reportase nanti bernas, observasi lapangan yang diperlukan dan tenggat waktu (deadline). Berikut penjelasan singkatnya.

Topik

Merupakan tema besar liputan. Ditempatkan sebagai judul TOR. Seperti judul berita straight news, sebaiknya singkat, padat dan mencerminkan inti (hakekat) masalah.

Latar masalah

Paparan inti masalah. Apa saja tali-temali persoalannya dan bagaimana mereka saling berpilin.  Sebaiknya tak usah berpanjang-panjang. Dengan membaca latar masalah ini diharapkan siapa pun yang terlibat dalam pengerjaan liputan—termasuk mereka yang tak mengikuti rapat perencanaan redaksi—akan cepat mengerti  hakekat masalah.

Sudut berita (angle)

Masalah pasti banyak sementara peruntukan berita (kapling, durasi atau masa tayang) terbatas. Karena itu sajian perlu dibatasi. Juga agar pengerjaannya bisa fokus.  Dari sekian banyak masalah yang berpilin-pilin kita pilih satu sudut. Dasar pemilihan bisa urgensi, keeksklusifan, konteks zaman atau prioritas sajian media kita. Kita bisa memilih angle yang lebar, misalnya dimensi ekonomi atau lingkungan dari sebuah masalah. Kalau tidak, dimensi sosial-budaya atau dimensi politiknya.

Pembagian tulisan/cerita/story

Berita terancana biasanya   dikerjakan secara khusus. Artinya ada pengalokasian sumber daya dan waktu secara ekstra. Berbeda dengan straight news atau berita permukaan lain. Karena itu sajiannya biasanya panjang.   Contoh yang mudah kita bayangkan adalah Laporan Utama atau Laposan Khusus majalah. Laporan Utama (Laput) atau Liputan Utama (Liput) biasa sampai 12 halaman berikut foto dan infografis. Jadi terdiri dari sejumlah item tulisan/cerita/story yang saling terkait. Tulisan/cerita/story utama berupa rangkuman masalah. Sedangkan bagian lainnya berupa penjabaran (break-down) dari yang utama. Setiap tulisan/cerita/story pendukung ini harus fokus supaya tidak tumpang-tidih dengan yang lain.

Narasumber

Setiap tulisan/cerita/story membutuhkan narasumber sendiri. Tapi sangat mungkin seorang menjadi narasumber di beberapa tulisan/cerita sekaligus. Tak masalah kalau itu terjadi. Dasar pemilihan narasumber adalah kompetensi. Semakin terkait seseorang dalam masalah, kian tepat ia dijadikan narasumber. Dengan demikian pelaku-korban adalah prioritas utama. Saksi mata   prioritas kedua. Adapun pengamat  sebaiknya dipakai kalau dibutuhkan untuk menjelaskan hal-hal yang terlalu teknis saja.

Daftar pertanyaan

Sesuai dengan kompetensi, kepada setiap narasumber kita perlu bertanya. Tujuan bertanya ada macam-macam. Yang paling umum adalah untuk menggali  informasi sebanyak mungkin. Bisa juga untuk menguji informasi yang telah kita dapatkan. Yang paling minimal adalah mendapatkan kutipan langsung. Dalam TOR, semakin baik pertanyaan akan kian baik sebab lebih fokus. Pewawancara cukup mengajukan pertanyaan  yang relevan saja. Tapi ada catatan. Dalam wawancara terbuka kemungkinan terungkap hal baru yang menarik. Sesuatu yang tak terbayangkan oleh sang pembuat TOR. Karena itu pewawancara sebaiknya senantiasa diminta mengembangkan pertanyaan. Yang didaftar panduan umum saja.

Observasi lapangan

Reportase yang baik adalah yang hidup. Ada penggambaran agar khalayak selekas mungkin bisa menangkap suasana. Media yang menggunakan audio-visual, yaitu TV, seketika bisa melukiskan suasana. Tayangan mereka gambar hidup lengkap dengan suara. Yang menggunakan audio, yaitu radio, perlu waktu yang lebih lama. Suaranya harus pas betul agar konteksnya bisa ditangkap pendengar. Yang butuh waktu paling lama dalam deskripsi suasana adalah media cetak. Observasi untuk keperluan penggambaran diperlukan oleh semua jenis media. TV dan radio tak terkecuali. Untuk mendapatkan deskripsi, gambar dan suara yang baik tentu perlu observasi.

Rancangan foto/suara/gambar

Foto perlu untuk media cetak. Suara untuk radio dan TV; sedangkan gambar untuk TV. Dalam konteks jurnalistik, foto, suara dan gambar adalah informasi. Sejak awal foto, sound (atmosfir, insert, dsb.) atau gambar perlu direncanakan. Tujuannya agar sinkron dangan tulisan atau narasi. Foto, suara atau gambar sebaiknya yang hidup; bukan yang bergaya salon. Rekayasa harus dihindari. Rekayasa untuk keperluan ilustrasi boleh tapi harus disebut dengan jelas.

Rancangan infografis (untuk media cetak danTV)

Infografis adalah data-data olahan yang disajikan dengan pendekatan grafis. Data bisa berupa angka-angka statistik serta lokasi dan urut-urutan kejadian. Sebuah kejadian, misalnya tabrakan beruntun di jalan raya,  bisa kita ceritakan dengan kata-kata. Kemungkinan sajian seperti ini akan panjang dan belum tentu akan mudah dipahami khalayak. Dengan infografis kejadian serupa bisa kita paparkan secara gamblang. Sejak awal sajian infografis, kalau memang ada, perlu kita rencanakan agar periset data dan bagian grafis bisa menyiapkannya lebih awal.

Riset data

Tulisan akan kering dan kurang meyakinkan  kalau datanya minim. Karena itu data pendukung tulisan harus disiapkan sejak awal. Bentuknya bisa kliping koran dan majalah, buku atau terbitan khusus. Bahan ini bisa kita pesan ke bagian data di perpustakaan. Kalau tidak, kita cari sendiri. Sebaiknya reporter yang akan mewawancarai narasumber perlu juga kita ingatkan untuk mencari data terkait, kalau ada dokumen akan sangat baik, milik narasumber yang bisa dipinjam atau digandakan.

Tenggat waktu (deadline).

Pengerjaan liputan tentu ada batas waktunya. Hal ini harus disebut jelas dalam TOR supaya semua yang terlibat dalam pengerjaan mengetahuinya. Ada baiknya pukulnya disebut, di samping harinya. Yang namanya deadline harus dipatuhi. Kalau tidak jadwal pekerjaan berikutnya bisa terganggu atau bahkan berantakan.

Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

My Blog List

Pages