Rabu, 23 Agustus 2017

Jangan Berbangga Diri | JOURNALIS ISLAM

Suatu hari, ada 4 pria yang tengah berbicara tentang amal ibadah mereka dan kesuksesan yang telah mereka peroleh selama ini.

Pria 1
“Alhamdulillah sejak sering sholat Dhuha, rezeki menjadi lancar bisnis sukses sebentar lagi anak saya lulus SMU dan rencananya akan kuliah ke luar negeri.”

Pria 2
“Bukan main, hebat sekali, sejak naik haji dan umroh, ibadahku semakin rajin. Alhamdulillah, anak juga sukses, rumah harganya Miliaran Rupiah, aset bertambah orangtua juga sangat bangga berkat do'a saya.”

Pria 3
“Masya Allah sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah, rezeki bagaikan sungai mengalir yang tidak ada putus-putusnya. Anak baru selesai kuliah di luar negeri dan sebentar lagi akan menjadi staf menteri.”

Ketiga pria tersebut kemudian melirik pria ke 4 yang sejak tadi hanya terdiam.
Salah satudari pria tersebut kemudian bertanya kepada pria ke 4.

Bagaimana dengan dirimu? Kawan mengapa engkau diam saja?

Pria 4
“Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan, bahkan saya tidak tahu ibadah yang saya lakukan di terima atau tidak oleh Allah SWT. Saya tahu ibadah di terima dan sukses setelah saya meninggal nanti. Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yang saya lakukan dan balasan yang Allah berikan kepada saya.”

Begitulah…Jangan bersandar kepada amal. Sebab ketertipuan ini adalah sikap bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan dan akhlak buruk kepada Allah Ta'ala.

Orang yang melakukan amal ibadah tidak tahu apakah amalnya di terima atau tidak, mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya bernilai keikhlasan atau tidak.

Oleh karena itu, mereka di anjurkan untuk meminta rahmat Alloh dan selalu beristighfar. Karena Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Di riwayatkan dari Abu Hurairah:
"Sesungguhnya amal seseorang tidak akan memasukannya ke dalam surga."

Mereka bertanya:
"Tidak pula engkau Ya Rasullullah?"

Beliau menjawab:
"Tidak pula saya. Hanya saja Allah meliputiku dengan karunia dan rahmat-Nya.
Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan kendor atau lemah)."
(HR. Bukhari & Muslim)

Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dengan rahmat Allah.
Dan di antara rahmat-Nya adalah dia memberikan taufik untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya. Karenanya, kita wajib bersyukur kepada Allah dan merendah diri kepada-Nya. Tidak layak hamba bersandar kepada amalnya.

Seorang hamba tidaklah pantas membanggakan amal ibadahnya meski sesuai sunnah dan usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk Allah.

Robbana Taqobbal Minna...
Ya Alloh terimalah amalan kami. Aamiin.



0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

My Blog List

Pages