Sabtu, 09 Desember 2017

TUGAS JURNALISTIK BIOGRAFI - semester 1 FDK UIN ALAUDDIN MAKASSAR






Nama       : Niswar Kullah
Nim.         : 50500116004
1 Oktober 1998 adalah hari dimana dilahirkannya seorang putra kedua dari pasangan suami istri A. Syamsuddin dan Nuraeni, pukul 02:07 WITA dan hari dimana club sepakbola  Spanyol, Real Madrid memenangkan kejuaraan kasta tertinggi benua Eropa yang sampai sekarang ini dikenal dengan sebutan Liga Champions dimana Real Madrid berhasil mengangkat si kuping besar (sebutan piala liga champions) yang ke 7 kalinya (La Septima)  dan Alhamdulillah di tahun 2017 ini Real Madrid kembali mencatatkan sejarah sebagai Club sepakbola yang bisa mempertahankan gelar juara liga champions tersebut, dimana Real Madrid berhasl membantai club asal Italy, Juventus dengan skor 4-1 di final Cardiff dan kembali menambah koleksi piala liga Champion yang ke 12 kalinya (La Duodecima).
Nama lengkapku adalah Niswar Kullah. Aku sangat bersyukur kedua orang tuaku memberiku nama tersebut. Menurutku nama Niswar Kullah adalah nama yang keren. Konon sih nama Niswar  itu diambil dari penggalan nama seorang pahlawan yang menjaga daerah kami yang  belum saya tahu, cerita dan sejarahnya  seperti apa, namun arti dari nama itu adalah seorang lelaki tangguh yang di hormati di mana-mana.  Kedua orang tuaku berharap dengan nama tersebut akan menjadi doa untukku supaya aku menjadi orang yang selalu menghormati orang  lain dan In Sha Allah akan dihormati kelak.
Saya tinggal di desa kecil yang terletak di kabupaten Sinjai tepatnya desa Talle Kecamatan Sinjai Selatan. Alhamdulillah desaku cukup aman dan nyaman untuk ditempati. Desa Talle terletak dipinggir jalan Persatuan Raya Sinjai, yang sebelah timur sampai utara terdapat sawah yang terbentang  luas yang menandakan bahwa desa kami mayoritas penduduk yang bermata pencarian sebagi petani. Saya tumbuh dilingkungan yang sangat sederhana dimana  solidaritas, kerja sama, kebersamaan, dan kekompakan masih dijunjunng tinggi masyarakat desa.
MASA TK
Hari demi hari berlalu, Tanpa terasa saya telah berumur 5 tahun. Kedua orang tua saya pun memberikan pmbekalan pembelajaran sejak dini melalui lembaga pendidikan yaitu taman kanak- kanak. Dimana TK tersebut sangat dekat dengan rumah saya. Seperti biasanya yang namanya masih anak-anak ketika mendapatkan sekolah baru, pertama yang saya lakukan adalah berdiam diri di jendela apakah ibu saya sudah pulang atau masih diluar. Saya ingat ketika masih TK guru saya memberikan celengan kepada kami untuk mengisinya setiap minggu. Di masa saya, uang lima puluh Rupiah sangat berarti bagi kami sehingga suatu saat ketika kami istirahat dan bermain di halaman, teman saya mengajak masuk di ruang kelas untuk diam-diam menggambil salah satu celengan teman kami.  Karena saya memiliki postur badan yang agak kurus dan tinggi teman saya memercayakan semuanya kepadaku, dengan mengambilkan kursi kepadaku untuk menjangkau celengan yang berada di atas lemari buku tersebut.
Saya pun naik ke kursi dan menjangkau celengan teman saya yang kami angggap mempunyai banyak uang. Tapi karena penutup celenganya sangat keras  saya pun menggunakan gigi  yang baru tumbuh itu  untuk membukanya. namun karena kelamaan  membuka penutup celengan itu,  saya pun  heran kenapa teman saya lari terbirit birit tidak jelas, belum saya simpan celengannya di lemari dan juga belum saya simpan uang di celana saya  tiba-tiba terdengar suara guru saya dari belakang, saya pun panic  namun karena sering menoton serial hiburan ( NINJA RANGER ) setiap minggu pagi, membuat  saya banyak tahu tentang trik bersembunyi dan melarikan diri tanpa sepengetahuan orang, begitu saya bersebunyi di balik lemari, guru saya masuk untuk menyimpan absen hari itu, ketika saya sudah punya kesempatan untuk melarikan diri, ibu saya datang dan melapor tentang kelakuan yang saya lakukan tadi, saya kaget dan heran ibu saya kok tau saya mengambil celengan teman saya.
Setelah dimarahi habis habisan oleh Ibu Guru  dan telah mengembalikan uang yang saya ambil, serta mendengar penjelasan siapa yang mengadukan semuaya ke ibu yang ternyata teman saya sendiri yang lari ketika ketahuan. Saya pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sangat memalukan itu dan dibalik cerita ini saya bisa tau kalau orang mencuri itu adalah sampah tapi orang yang meninggalkan temannya itu lebih buruk dari sampah.
MASA SD
Pertengahan tahun 2004, Ku telah menduduki bangku sekolah dasar. Sekolah yang juga dekat dengan rumah saya yaitu SDN 54 Dusun Batuleppa, Desa Talle. Pertama kali masuk SD  tentunya salah satu hal yang sangan menakutkan bagi anak seusia saya pada saat itu karena setelah masuk kelas, orang tua tidak boleh mendampingi saya, sedangkan di TK dulu orang tua boleh mendampingi anaknya. Tapi karena di TK saya sudah terbiasa  diajarkan untuk tidak takut jika ditinggalkan sendiri ketika masuk ke kelas. Karena sudah terbiasa saya malah merasa aneh mengapa banayak anak-anak menangis ketika masuk kelas, karena orang tua mereka di luar kelas dan tidak bisa menemani  mereka didalam ruangan. Waktu demi waktu berlalu berasa begitu cepat  dihiasi canda tawa soerang teman yang selalu membuat saya semangat pergi kesekolah namanya Nia Ramadani. Karena dia murid yang sangat pintar saya selalu berusaha untuk melampauinya dan mencoba mendekatinya dengan maksud agar saya bisa seperti dia, namun tidak mudah di masa itu dia sangat membenci orang yang sangat antusias mendekatinya. Ketika saya kelas 6 SD tepatnya 10 Agustus 2010, Aku dipanggil menjadi anggota PRAMUKA untuk acara tahunan  17an, yang diselenggarakan di bumi perkemahan Bikeru yang sekarang sebagian besar telah menjadi pasar. tak ku sangka orang yang selama ini kukagumi juga ikut dalam perayaan tersebut, setelah saya perhatikan ternyata dia lebih dulu masuk anggota PRAMUKA dari saya yaitu saat kelas 5 SD. Karena kegiatan ini saya lebih banyak kesempatan untuk mendekatinya. tak cukup 15 menit ketika kedatangan kami di lapangan perkemahan, suara indah dan tak asing terdengar olehku, ternyata Nia memanggilku dari belakang mobil untuk membantu membawa perlengkapan masak, aku sangat senang disamping namaku disebut pertama kali olehnya  saya juga bisa tau kalau kepribadiaannya di kelas sangat berbeda saat berada dalam lingkup solidaritas dan loyalitas kepramukaan. Disinilah awal kecintaanku terhadap PRAMUKA karena kerja sama dan kebersamaan selalu kami dahulukan.
MASA SMP
Lulus dari tingkat SD saya melanjutkan pendidikan di SMPN 3 Sinjai Selatan, yang lagi-lagi berada di dekat rumah saya. Ketika mendaftar bersama teman SD, kami berharap nantinya kami bisa satu kelas lagi, namun ketika hari pembagian kelas hanya beberapa orang dari SD saya yang menjadi teman sekelas saya termasuk Dia hehehe, selebihnya berasal dari luar desa. kami ditempatkan di kelas 7A yang merupakan kelas favorit waktu itu.
 Pertama kali masuk kelas saya melihat seseorang yang juga baru datang lalu saya menyapanya “halo, nama lo siapa? Mau duduk bareng ngga?”  lalu orang itu menjawab “Nama aku feri, iye qt siapa? Boleh.” Lalu percakapan kami berlanjut, kami pun duduk sebangku dan bersahabat sampai detik ini.
 Setiap hari jumat, kami rutin membersihkan tempat  yang telah dibagi oleh wakil kepala sekolah, satiap siswa wajib membawa sabit untuk memotong rumput lapangan upacara, dimana hari itu juga merupakan mata pelajaran Olahraga, sehingga ketika kami selesai membersihkan lapangan, kami sangat bahagia karena lapangan menjadi indah untuk dipakai bermain sepakbola Karena waktu SD saya suka bermain sepakbola dan kemampuan mengolah si kulit bundar tidak diragukan lagi eaaa! Bahkan kakak kelas pun kami kalahkan yang sebagian besar hobinya bongkar motor hehhe. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya banyak rahmat dan nikmat oleh Allah SWT. Saat itu ketika pulang dari Pesantren Kilat hujan turun lebat dan kami pun tertahan di depan kelas, salah satu teman saya berkata “eh! sungai di deket sawah kamu pasti airnya deras nis? Kata Ogie, saya jawab dengan menikmati tetesan air yang turun dr genteng “ iyala!!!  dari tadi malam hujan, sekarang datang lagi hujan susulan”. Kata teman saya yang lain gimana kalau kita pergi berenang dan memancing ikan pasti ada banyak kita dapet, setelah semua setuju mau pergi kecuali Feri teman sebangku saya, yang orangnya memang penakut dan disayang banget sama ibunya karena anak satu-satunya, kami pun menentukan tempat ngumpul untuk berangkat, setelah pulang kerumah masing-masing untuk mengganti pakaian, setelah saya makan terdengar suara yang tak asing di telinga saya “mau kemana cong, hujan lebat tuh jangan keluar” kata ibu dengan nada khasnya dibalik pintu,  “mau kelapangan mak! Mau latihan sepakbola” kata saya yang tidak begitu jelas menjawab pertanyaan Ibu. setelah bertemu dan berangkat ke sawah yang lumayan jauh itu dengan menikmati turunnya hujan yang membasahi seluruh pakaian kami yang seakan akan masuk menembus kulit dan menyentuh hati kami seraya berkata ini lah berkah dan nikmat yang diberikan tuhan kepada kami, setelah sampai di rumah-rumah sawah saya, yang memang sengaja di buat bapak untuk tempat berteduh dan menyimpan berbagai alat-alat pertanian, kami pun mengambil cangkul untuk mencari cacing sebagai umpan untuk memancing setelah bahan dan peralatan sudah siap kami pun menuju sungai yang airnya sudah mau mencapai pematangan sawah, kami mencari tempat untuk memancing tak sampai beberapa menit umpan Ogie disantap predator air yaitu ikan lele yang begitu besar, kami pun jadi semangat karena perjalanan kami tidak sia-sia, satu per satu umpan kami dimakan, termasuk umpan saya yang saat itu dimakan oleh ikan yang sekarang ini sudah langka dikampung  kami namanya itu ‘Masapi’ yang merupakan ikan yang bisa bertahan di darat kurang lebih 10 menit dan tubuh bisa mencapai 3 meter, namun Masapi yang saya tangkap masih tergolong muda yaitu sekitar 40 cm, setelah ikan yang kami tangkap sudah cukup banyak kami pun lanjut berenang sampai kami lupa kalau jam sudah menunjukan pukul 5 sore, kami pun bergegas mengambil baju dan peralatan kami, untuk bergegas kembali ke rumah, namun di tengah jalan suara Adzan sudah berkumandang  kami pun istirahat sejenak untuk berbuka denganmemakan berbagai buah dekebun saya, yang  pada saat itu buah yang paling banyak adalah jambu air, markisa, nanas, dan pisang. Setelah kami kenyang kami pulang dan membagi hasil tangkapan kami, namun ketika sampai di depan rumah Ibu saya sudah menunggu dan menyiapkan senjata andalangnya, saya dipukul pakai sapu namun ketika saya perlihatkan hasil tangkapan saya, seketika itu juga pukulannya dihentikan, “ahh pasti ibu senang nih liat hasil tangkapan saya” kata saya dalam hati, tetapi yang kupikirkan malah sebaliknya ibu saya tambah marah kepadaku, seketika itu juga saya berjanji saya takkan pulang terlambat.
                Alhamdulillah saya naik kelas 8 dan saya  mendapatkan kelas 8A disinilah awal perkenalanku dengan seeorang dan mulai menyukai seorang wanita, karena teknologi waktu itu masih minim dan hanya bisa berkomunikasi dengan SMS dan telpon saja, setiap hari saya selalu bersama Feri dan ngobrol tentang teman SD nya dulu, Dia menyuruh saya mendekati salah satu temannya, sehingga saya memberanikan menyatakan perasaanku kepadanya, namun saya ditolak dengan alasan saya terlalu baik, disinilah awal saya membenci seorang wanita dan saya punya ambisi yang menjadi misi untuk membuat wanita betekuk lutuk kepadaku dan belajar menjadi seorang playboy eaaa!!! Ada banyak kisah yang terukir dimemoriku pada saat itu salah satunya membuat kerajinan seni dari bekas sabun sachet sunlight, ketika jam pelajaran seni rupa selesai yang saat itu di ajar oleh guru terbaik kami pak Kemaluddin, teman saya Zulfikar atau biasa dipanggil Amazing itu membakar sachet sunlight di dalam kelas, ketika hasil pembakaran itu di injak akan memperkecil gaya gesek dan akan membuat lantai sangat licin, teringat ketika teman kami kejar kejaran salah satu teman kami kami terjatuh namanya Fia saat itu dia mengejar Ogie yang membuatnya kesal, saat itu saya mau membantunya tapi saya juga malu untuk mendekatinya, muka Fia memerah dan sangat marah namun bagaimana pun ekspesinya dia tetap kelihatan cantik bagiku.
                Di kelas sembilanlah saya mengukir banyak prestasi, saya mengikuti lomba HUT pramuka kecamatan Sinjai Selatan dan menjadi juara umum dengan mendapatkan lima belas piala sehingga sekolah kami terpilih menjadi perwakilan Sinjai Selatan untuk mengikuti lomba yang di selenggarakan di Kabupaten Bulukumba, meskipun sekolah kami hanya mendapat dua piala namun, Kabupaten Sinjai menjadi juara umum dengan perolehan sebanyak  54 piala.
 Ujung Loe (Bulukumba) menjadi saksi betapa tangguhnya pemuda pemudi Sinjai dengan solidaritas seerat simpul mati yang seperti misteri  bagai sandi rumput, sekokoh bagai pionering ditambah semangat bagi api unggung dan dihiasi teriakan yel-yel yang seakan akan menjadi konser terbesar tahun itu bagiku, setelah kami pulang dengan penuh kebanggan saya dikumpulan bersama teman kami yang sering kami temani bermain bola oleh pak Yusuf selaku guru Olahraga Ia mengumpulkan kami di laboratorium untuk mengikuti ajang terbesar liga pendidikan Indonesia yang diselenggarakan di Sinjai Utara dengan penuh persiapan kami mengawali qualifikasi dengan mental dan strategi yang diberikan oleh sang pelatih, pertandingan pertama kami menjamu SMP 2 Aska  dan berhasil membantai dengan skor telak 6-0 tanpa balas, hari ke 2 kami berhasil menaklutkan juara bertahan SMP 6 Sinjai Selatan dengan skor 3-1, dan melibas habis-habisan juara favorit tahun itu SMP 1 Sinjai Selatan dengan skore 2-1. Tiga kali kemenangan beruntung mengantarkan kami menuju pertandingan sesungguhnya yaitu Liga Pendidikan Indonesia, setelah persiapan kami sudah anggap maksimal dan telah berlatih dengan sungguh sungguh tibalah hari dimana pertandingan pertama kami di selenggarakan, saat itu kami menjamu SMA 1 Tondong Sinjai Tmur yang memainkan pemain yang melebihi batas umur, kami pun kalah dengan skor telak 6-1 yang gol kami satu satunya dicetak oleh Ricky sang striker cadangan yang dimasukkan di menit 75. Setelah pulang dengan amat kecewa dan dihantui kekalahan, saya merasa inilah akhir perjalananku sebagai seorang sepakbola dan focus menatap UN dengan belajar maksimal dan membentuk kelompok belajar, Alhamdulillah proses selama saya belajar kelompok membuahkan hasil dengan menjadi juara 2 umum SMP 3 sinjai selatan
PENDIDIKAN SMA HINGGA KULIAH DAN PRESTASI
Lulus dari SMP, saya melanjutkan pendidikan di bangku SMA. Memilih SMA 1 Sinjai Selatan adalah keputusan bersama teman yang jauh hari telah kami impikan bagaimana berseragam putih abu abu, Alhamdulillah Karena nilai hasil UAS dan UN kami lumayan tinggi kami pun lulus untuk pendaftaran selanjutnya dan nilai yang tinggi juga merupakan syarat diterimanya kami di bangku sma, pendaftaran ulang dilaksanakan selama satu minggu yang membuat kami bolak balik ke SMP untuk meminta tanda tangan yang telah dilegalisir oleh wakil kepala sekolah SMP 3 Sin Sel, seminggu yang penuh dengan pengorbanan di bulan puasa saat itu membuat kami tetap semangat apalagi bertemu teman baru yang penampilannya jauh lebih bagus dari penampilan kami, wajar orang desa pertama kali melihat keramaian kota, setelah berkas telah lengkap dan telah dinyatakan sebagai siswa SMA 1 Sinjai Selatan saya ditempatkan di kelas X2 bersama Feri yang hanya 2 orang berasal dari SMP 3, setelah di MOS saya dan Feri duduk di bawah pohon nangka menikmati angin yang begitu menyejukkan sambil menyaksikan betapa indahnya lapangan sepakbola sekolah kami, yang membuat gairah semangat bermain sepakbola saya muncul kembali sehingga ketika jam pelajaran olahraga dimulai saya sangat antusias dan ditunjuk sebagai pemimpin untuk melakukan pemanasan, kebetulan materi pada saat itu adalah permainan bola besar, sehingga kami diberi kesempatan untuk bermain bola melawan kakak kelas yang saat itu bertepatan dengan jam pelajaran kami, ketika naik kelas 11 saya mengambil jurusan IPA dan bertemu teman baru.
 Liga Pendidikan Indonesia yang selama  ini saya telah lupakan kembali terdengar dan saya dipanggil untuk masuk ke dalam squad SMA 1 Sinjai Selatan. yang membuat saya heran mengapa saya tiba tiba dipanggil dan menjadi  pemain sepakbola sekolah saya, setelah saya tenyakan ternyata teman sekelas saya tau banyak tentang permainan sepakbola saya, teman sekelas yang biasa dipanggil Tahul merupakan pecinta olahraga yang menyarankan saya kepada guru olahraga yang juga sangat kenal dengan saya namanya Muh Ali.
 lapangan  Bikeru 1 menjadi tempat latihan kami karena hanya 2 tim yang mengikuti qualifikasi yaitu sekolah saya dan SMA 3 Sinjai Selatan kami pun diuji coba yang kami anggap seperti final siapa yang paling layak untuk menuju Sinjai. Tibalah pertandingan uji coba kami dan saya dijadikan starter untuk bermain di awal babak, hujan menjadi saksi betapa semangatnya kami mengukuti turnamen itu,karena semangat kami itu saya mengantarkan sekolah saya lolos menuju Sinjai kota, dengan mencetak 1 goal dan menyumbang 2 assist. setelah kami pulang saya merasa ada yang sama waktu SMP dulu yaitu ketika saya lolos di qualifikasi dan harus pulang ketika pertandingan sesungguhnya dimulai, tapi saya selalu yakin dan percaya kalau kerja keras tidak akan menghianati hasil dan benar kami juara LPI Sinjai, setelah mengalahkan sinjai utara di Final dengan skor 2-0, menurut saya ini adalah sesuatu yang mustahil kami dapatkan karena mengingat SMA 1 Sinjai Selatan belum pernah biisa mencapai semifinal, tapi kami hancurkan semua mitos  itu yang yang selalu menghantui kami kalau, tim kami tidak akan pernah bisa juara. Gelora massa menjadi saksi kemenangan kami dengan dihadiri beberapa guru kami di sekolah termasuk kepala sekolah kami sendiri,yaitu pak Arifin Sakka yang berkontribusi langsung memberikan piala yang hampir setinggi dua meter itu. Itulah salah satu prestasi saya di bidang olahraga.
                Ternyata masa masa SMA harus saya akhiri  dengan mengikuti UAN. Masa SMA yang penuh dengan keceriaan ditutup dengan ketegangan mengerjakan soal UAN.setelah dinyatakan lulus, saya bersama salah seorang teman memanfaatkan waktu libur untuk persiapan menuju SBMPTN yaitu belajar di JILC yang merupakan bimbingan belajar terbaik menurut saya, dimana saya harus meninggalkan kampung halaman untuk mensiasati soal SBMPTN, waktu di JILC ada banyak cerita dan kisah yang sampai sekarang masih teringat di memoriku dengan detail sekali. Setelah tes SBMPTN saya dinyatakan tidak lulus tetapi tak sedikit pun membuat saya putus asa dan merasa kecewa. Karena telah memasang alternative yaitu SPAN-PTKIN yang merupakan jalur undangan masuk ke perguruan tinggi Islam Makassar saya pun dinyatakan lulus di prodi Jurnalistik – Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Hingga saat ini saya sedang menyelesaikan semester kedua di kelas A yang mana semester ini saya belum aktif mengikuti kegiatan kampus karena peraturan yang dijalankan oleh pihak biriokrasi.
                Demikianlah autobiografi saya, semoga tulisan saya ini para pembaca akan lebih mengenal sosok saya, terimah kasih atas waktu yang diluangkan untuk membaca autobiografi saya. , sampai jumpa di tulisan saya selanjutnya , Saya niswar kullah mengucapkan terimah kasih dan Bravo Olahraga.


0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

My Blog List

Pages