Nama : Niswar Kullah
Nim. : 50500116004
1 Oktober 1998 adalah hari dimana dilahirkannya seorang putra kedua dari
pasangan suami istri A. Syamsuddin dan Nuraeni, pukul 02:07 WITA dan hari
dimana club sepakbola Spanyol, Real
Madrid memenangkan kejuaraan kasta tertinggi benua Eropa yang sampai sekarang
ini dikenal dengan sebutan Liga Champions dimana Real Madrid berhasil
mengangkat si kuping besar (sebutan piala liga champions) yang ke 7 kalinya (La
Septima) dan Alhamdulillah di tahun 2017
ini Real Madrid kembali mencatatkan sejarah sebagai Club sepakbola yang bisa
mempertahankan gelar juara liga champions tersebut, dimana Real Madrid berhasl
membantai club asal Italy, Juventus dengan skor 4-1 di final Cardiff dan
kembali menambah koleksi piala liga Champion yang ke 12 kalinya (La Duodecima).
Nama lengkapku adalah Niswar Kullah. Aku sangat bersyukur kedua orang
tuaku memberiku nama tersebut. Menurutku nama Niswar Kullah adalah nama yang
keren. Konon sih nama Niswar itu diambil
dari penggalan nama seorang pahlawan yang menjaga daerah kami yang belum saya tahu, cerita dan sejarahnya seperti apa, namun arti dari nama itu adalah
seorang lelaki tangguh yang di hormati di mana-mana. Kedua orang tuaku berharap dengan nama
tersebut akan menjadi doa untukku supaya aku menjadi orang yang selalu
menghormati orang lain dan In Sha Allah
akan dihormati kelak.
Saya tinggal di desa kecil yang terletak di kabupaten Sinjai tepatnya
desa Talle Kecamatan Sinjai Selatan. Alhamdulillah desaku cukup aman dan nyaman
untuk ditempati. Desa Talle terletak dipinggir jalan Persatuan Raya Sinjai,
yang sebelah timur sampai utara terdapat sawah yang terbentang luas yang menandakan bahwa desa kami
mayoritas penduduk yang bermata pencarian sebagi petani. Saya tumbuh
dilingkungan yang sangat sederhana dimana
solidaritas, kerja sama, kebersamaan, dan kekompakan masih dijunjunng
tinggi masyarakat desa.
MASA TK
Hari demi hari berlalu, Tanpa terasa saya telah berumur 5 tahun. Kedua
orang tua saya pun memberikan pmbekalan pembelajaran sejak dini melalui lembaga
pendidikan yaitu taman kanak- kanak. Dimana TK tersebut sangat dekat dengan
rumah saya. Seperti biasanya yang namanya masih anak-anak ketika mendapatkan
sekolah baru, pertama yang saya lakukan adalah berdiam diri di jendela apakah
ibu saya sudah pulang atau masih diluar. Saya ingat ketika masih TK guru saya
memberikan celengan kepada kami untuk mengisinya setiap minggu. Di masa saya,
uang lima puluh Rupiah sangat berarti bagi kami sehingga suatu saat ketika kami
istirahat dan bermain di halaman, teman saya mengajak masuk di ruang kelas
untuk diam-diam menggambil salah satu celengan teman kami. Karena saya memiliki postur badan yang agak
kurus dan tinggi teman saya memercayakan semuanya kepadaku, dengan mengambilkan
kursi kepadaku untuk menjangkau celengan yang berada di atas lemari buku
tersebut.
Saya pun naik ke kursi dan menjangkau celengan teman saya yang kami
angggap mempunyai banyak uang. Tapi karena penutup celenganya sangat keras saya pun menggunakan gigi yang baru tumbuh itu untuk membukanya. namun karena kelamaan membuka penutup celengan itu, saya pun
heran kenapa teman saya lari terbirit birit tidak jelas, belum saya simpan celengannya di lemari
dan juga belum saya simpan uang di celana saya
tiba-tiba terdengar suara guru saya dari belakang, saya pun panic namun karena sering menoton serial hiburan (
NINJA RANGER ) setiap minggu pagi, membuat
saya banyak tahu tentang trik bersembunyi dan melarikan diri tanpa
sepengetahuan orang, begitu saya bersebunyi di balik lemari, guru saya masuk
untuk menyimpan absen hari itu, ketika saya sudah punya kesempatan untuk
melarikan diri, ibu saya datang dan melapor tentang kelakuan yang saya lakukan
tadi, saya kaget dan heran ibu saya kok tau saya mengambil celengan teman saya.
Setelah dimarahi habis habisan
oleh Ibu Guru dan telah mengembalikan
uang yang saya ambil, serta mendengar penjelasan siapa yang mengadukan semuaya
ke ibu yang ternyata teman saya sendiri yang lari ketika ketahuan. Saya
pun berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sangat memalukan itu dan
dibalik cerita ini saya bisa tau kalau orang mencuri itu adalah sampah tapi
orang yang meninggalkan temannya itu lebih buruk dari sampah.
MASA SD
Pertengahan tahun 2004, Ku telah menduduki bangku sekolah dasar. Sekolah
yang juga dekat dengan rumah saya yaitu SDN 54 Dusun Batuleppa, Desa Talle.
Pertama kali masuk SD tentunya salah
satu hal yang sangan menakutkan bagi anak seusia saya pada saat itu karena
setelah masuk kelas, orang tua tidak boleh mendampingi saya, sedangkan di TK
dulu orang tua boleh mendampingi anaknya. Tapi karena di TK saya sudah
terbiasa diajarkan untuk tidak takut
jika ditinggalkan sendiri ketika masuk ke kelas. Karena sudah terbiasa saya
malah merasa aneh mengapa banayak anak-anak menangis ketika masuk kelas, karena
orang tua mereka di luar kelas dan tidak bisa menemani mereka didalam ruangan. Waktu demi waktu
berlalu berasa begitu cepat dihiasi
canda tawa soerang teman yang selalu membuat saya semangat pergi kesekolah
namanya Nia Ramadani. Karena dia murid yang sangat pintar saya selalu berusaha
untuk melampauinya dan mencoba mendekatinya dengan maksud agar saya bisa
seperti dia, namun tidak mudah di masa itu dia sangat membenci orang yang
sangat antusias mendekatinya. Ketika saya kelas 6 SD tepatnya 10 Agustus 2010,
Aku dipanggil menjadi anggota PRAMUKA untuk acara tahunan 17an, yang diselenggarakan di bumi perkemahan
Bikeru yang sekarang sebagian besar telah menjadi pasar. tak ku sangka orang
yang selama ini kukagumi juga ikut dalam perayaan tersebut, setelah saya
perhatikan ternyata dia lebih dulu masuk anggota PRAMUKA dari saya yaitu saat
kelas 5 SD. Karena kegiatan ini saya lebih banyak kesempatan untuk
mendekatinya. tak cukup 15 menit ketika kedatangan kami di lapangan perkemahan,
suara indah dan tak asing terdengar olehku, ternyata Nia memanggilku dari
belakang mobil untuk membantu membawa perlengkapan masak, aku sangat senang
disamping namaku disebut pertama kali olehnya
saya juga bisa tau kalau kepribadiaannya di kelas sangat berbeda saat
berada dalam lingkup solidaritas dan loyalitas kepramukaan. Disinilah awal
kecintaanku terhadap PRAMUKA karena kerja sama dan kebersamaan selalu kami
dahulukan.
MASA SMP
Lulus dari tingkat SD saya melanjutkan pendidikan di SMPN 3 Sinjai Selatan,
yang lagi-lagi berada di dekat rumah saya. Ketika mendaftar bersama teman SD,
kami berharap nantinya kami bisa satu kelas lagi, namun ketika hari pembagian
kelas hanya beberapa orang dari SD saya yang menjadi teman sekelas saya
termasuk Dia hehehe, selebihnya berasal dari luar desa. kami ditempatkan di
kelas 7A yang merupakan kelas favorit waktu itu.
Pertama kali masuk kelas saya
melihat seseorang yang juga baru datang lalu saya menyapanya “halo, nama lo siapa? Mau duduk bareng ngga?”
lalu orang itu menjawab “Nama aku feri, iye qt siapa? Boleh.” Lalu
percakapan kami berlanjut, kami pun duduk sebangku dan bersahabat sampai detik
ini.
Setiap hari jumat, kami rutin
membersihkan tempat yang telah dibagi
oleh wakil kepala sekolah, satiap siswa wajib membawa sabit untuk memotong
rumput lapangan upacara, dimana hari itu juga merupakan mata pelajaran
Olahraga, sehingga ketika kami selesai membersihkan lapangan, kami sangat
bahagia karena lapangan menjadi indah untuk dipakai bermain sepakbola Karena
waktu SD saya suka bermain sepakbola dan kemampuan mengolah si kulit bundar
tidak diragukan lagi eaaa! Bahkan kakak kelas pun kami kalahkan yang sebagian
besar hobinya bongkar motor hehhe. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya
banyak rahmat dan nikmat oleh Allah SWT. Saat itu ketika pulang dari Pesantren
Kilat hujan turun lebat dan kami pun tertahan di depan kelas, salah satu teman
saya berkata “eh! sungai di deket sawah
kamu pasti airnya deras nis? Kata Ogie, saya jawab dengan menikmati tetesan
air yang turun dr genteng “ iyala!!! dari tadi malam hujan, sekarang datang lagi
hujan susulan”. Kata teman saya yang lain gimana kalau kita pergi berenang
dan memancing ikan pasti ada banyak kita dapet, setelah semua setuju mau pergi
kecuali Feri teman sebangku saya, yang orangnya memang penakut dan disayang
banget sama ibunya karena anak satu-satunya, kami pun menentukan tempat ngumpul
untuk berangkat, setelah pulang kerumah masing-masing untuk mengganti pakaian,
setelah saya makan terdengar suara yang tak asing di telinga saya “mau kemana cong, hujan lebat tuh jangan
keluar” kata ibu dengan nada khasnya dibalik pintu, “mau kelapangan mak! Mau latihan sepakbola”
kata saya yang tidak begitu jelas menjawab pertanyaan Ibu. setelah bertemu dan
berangkat ke sawah yang lumayan jauh itu dengan menikmati turunnya hujan yang
membasahi seluruh pakaian kami yang seakan akan masuk menembus kulit dan
menyentuh hati kami seraya berkata ini lah berkah dan nikmat yang diberikan
tuhan kepada kami, setelah sampai di rumah-rumah sawah saya, yang memang
sengaja di buat bapak untuk tempat berteduh dan menyimpan berbagai alat-alat
pertanian, kami pun mengambil cangkul untuk mencari cacing sebagai umpan untuk
memancing setelah bahan dan peralatan sudah siap kami pun menuju sungai yang
airnya sudah mau mencapai pematangan sawah, kami mencari tempat untuk memancing
tak sampai beberapa menit umpan Ogie disantap predator air yaitu ikan lele yang
begitu besar, kami pun jadi semangat karena perjalanan kami tidak sia-sia, satu
per satu umpan kami dimakan, termasuk umpan saya yang saat itu dimakan oleh
ikan yang sekarang ini sudah langka dikampung
kami namanya itu ‘Masapi’ yang
merupakan ikan yang bisa bertahan di darat kurang lebih 10 menit dan tubuh bisa
mencapai 3 meter, namun Masapi yang saya tangkap masih tergolong muda yaitu
sekitar 40 cm, setelah ikan yang kami tangkap sudah cukup banyak kami pun
lanjut berenang sampai kami lupa kalau jam sudah menunjukan pukul 5 sore, kami
pun bergegas mengambil baju dan peralatan kami, untuk bergegas kembali ke
rumah, namun di tengah jalan suara Adzan sudah berkumandang kami pun istirahat sejenak untuk berbuka
denganmemakan berbagai buah dekebun saya, yang
pada saat itu buah yang paling banyak adalah jambu air, markisa, nanas,
dan pisang. Setelah kami kenyang kami pulang dan membagi hasil tangkapan kami,
namun ketika sampai di depan rumah Ibu saya sudah menunggu dan menyiapkan
senjata andalangnya, saya dipukul pakai sapu namun ketika saya perlihatkan
hasil tangkapan saya, seketika itu juga pukulannya dihentikan, “ahh pasti ibu
senang nih liat hasil tangkapan saya” kata saya dalam hati, tetapi yang
kupikirkan malah sebaliknya ibu saya tambah marah kepadaku, seketika itu juga
saya berjanji saya takkan pulang terlambat.
Alhamdulillah saya naik kelas 8
dan saya mendapatkan kelas 8A disinilah
awal perkenalanku dengan seeorang dan mulai menyukai seorang wanita, karena
teknologi waktu itu masih minim dan hanya bisa berkomunikasi dengan SMS dan
telpon saja, setiap hari saya selalu bersama Feri dan ngobrol tentang teman SD
nya dulu, Dia menyuruh saya mendekati salah satu temannya, sehingga saya
memberanikan menyatakan perasaanku kepadanya, namun saya ditolak dengan alasan
saya terlalu baik, disinilah awal saya membenci seorang wanita dan saya punya
ambisi yang menjadi misi untuk membuat wanita betekuk lutuk kepadaku dan
belajar menjadi seorang playboy eaaa!!! Ada banyak kisah yang terukir
dimemoriku pada saat itu salah satunya membuat kerajinan seni dari bekas sabun
sachet sunlight, ketika jam pelajaran seni rupa selesai yang saat itu di ajar
oleh guru terbaik kami pak Kemaluddin, teman saya Zulfikar atau biasa dipanggil
Amazing itu membakar sachet sunlight di dalam kelas, ketika hasil pembakaran
itu di injak akan memperkecil gaya gesek dan akan membuat lantai sangat licin,
teringat ketika teman kami kejar kejaran salah satu teman kami kami terjatuh
namanya Fia saat itu dia mengejar Ogie yang membuatnya kesal, saat itu saya mau
membantunya tapi saya juga malu untuk mendekatinya, muka Fia memerah dan sangat
marah namun bagaimana pun ekspesinya dia tetap kelihatan cantik bagiku.
Di kelas sembilanlah saya
mengukir banyak prestasi, saya mengikuti lomba HUT pramuka kecamatan Sinjai
Selatan dan menjadi juara umum dengan mendapatkan lima belas piala sehingga
sekolah kami terpilih menjadi perwakilan Sinjai Selatan untuk mengikuti lomba
yang di selenggarakan di Kabupaten Bulukumba, meskipun sekolah kami hanya
mendapat dua piala namun, Kabupaten Sinjai menjadi juara umum dengan perolehan
sebanyak 54 piala.
Ujung Loe (Bulukumba) menjadi
saksi betapa tangguhnya pemuda pemudi Sinjai dengan solidaritas seerat simpul
mati yang seperti misteri bagai sandi
rumput, sekokoh bagai pionering ditambah semangat bagi api unggung dan dihiasi
teriakan yel-yel yang seakan akan menjadi konser terbesar tahun itu bagiku,
setelah kami pulang dengan penuh kebanggan saya dikumpulan bersama teman kami
yang sering kami temani bermain bola oleh pak Yusuf selaku guru Olahraga Ia
mengumpulkan kami di laboratorium untuk mengikuti ajang terbesar liga
pendidikan Indonesia yang diselenggarakan di Sinjai Utara dengan penuh
persiapan kami mengawali qualifikasi dengan mental dan strategi yang diberikan
oleh sang pelatih, pertandingan pertama kami menjamu SMP 2 Aska dan berhasil membantai dengan skor telak 6-0
tanpa balas, hari ke 2 kami berhasil menaklutkan juara bertahan SMP 6 Sinjai
Selatan dengan skor 3-1, dan melibas habis-habisan juara favorit tahun itu SMP
1 Sinjai Selatan dengan skore 2-1. Tiga kali kemenangan beruntung mengantarkan
kami menuju pertandingan sesungguhnya yaitu Liga Pendidikan Indonesia, setelah
persiapan kami sudah anggap maksimal dan telah berlatih dengan sungguh sungguh
tibalah hari dimana pertandingan pertama kami di selenggarakan, saat itu kami
menjamu SMA 1 Tondong Sinjai Tmur yang memainkan pemain yang melebihi batas
umur, kami pun kalah dengan skor telak 6-1 yang gol kami satu satunya dicetak
oleh Ricky sang striker cadangan yang dimasukkan di menit 75. Setelah pulang
dengan amat kecewa dan dihantui kekalahan, saya merasa inilah akhir perjalananku
sebagai seorang sepakbola dan focus menatap UN dengan belajar maksimal dan
membentuk kelompok belajar, Alhamdulillah proses selama saya belajar kelompok
membuahkan hasil dengan menjadi juara 2 umum SMP 3 sinjai selatan
PENDIDIKAN SMA HINGGA KULIAH DAN PRESTASI
Lulus dari SMP, saya melanjutkan pendidikan di bangku SMA. Memilih SMA 1
Sinjai Selatan adalah keputusan bersama teman yang jauh hari telah kami impikan
bagaimana berseragam putih abu abu, Alhamdulillah Karena nilai hasil UAS dan UN
kami lumayan tinggi kami pun lulus untuk pendaftaran selanjutnya dan nilai yang
tinggi juga merupakan syarat diterimanya kami di bangku sma, pendaftaran ulang
dilaksanakan selama satu minggu yang membuat kami bolak balik ke SMP untuk
meminta tanda tangan yang telah dilegalisir oleh wakil kepala sekolah SMP 3 Sin
Sel, seminggu yang penuh dengan pengorbanan di bulan puasa saat itu membuat
kami tetap semangat apalagi bertemu teman baru yang penampilannya jauh lebih
bagus dari penampilan kami, wajar orang desa pertama kali melihat keramaian
kota, setelah berkas telah lengkap dan telah dinyatakan sebagai siswa SMA 1
Sinjai Selatan saya ditempatkan di kelas X2 bersama Feri yang hanya 2 orang
berasal dari SMP 3, setelah di MOS saya dan Feri duduk di bawah pohon nangka
menikmati angin yang begitu menyejukkan sambil menyaksikan betapa indahnya
lapangan sepakbola sekolah kami, yang membuat gairah semangat bermain sepakbola
saya muncul kembali sehingga ketika jam pelajaran olahraga dimulai saya sangat
antusias dan ditunjuk sebagai pemimpin untuk melakukan pemanasan, kebetulan
materi pada saat itu adalah permainan bola besar, sehingga kami diberi
kesempatan untuk bermain bola melawan kakak kelas yang saat itu bertepatan
dengan jam pelajaran kami, ketika naik kelas 11 saya mengambil jurusan IPA dan
bertemu teman baru.
Liga Pendidikan Indonesia yang
selama ini saya telah lupakan kembali
terdengar dan saya dipanggil untuk masuk ke dalam squad SMA 1 Sinjai Selatan.
yang membuat saya heran mengapa saya tiba tiba dipanggil dan menjadi pemain sepakbola sekolah saya, setelah saya
tenyakan ternyata teman sekelas saya tau banyak tentang permainan sepakbola
saya, teman sekelas yang biasa dipanggil Tahul merupakan pecinta olahraga yang
menyarankan saya kepada guru olahraga yang juga sangat kenal dengan saya
namanya Muh Ali.
lapangan Bikeru 1 menjadi tempat latihan kami karena
hanya 2 tim yang mengikuti qualifikasi yaitu sekolah saya dan SMA 3 Sinjai
Selatan kami pun diuji coba yang kami anggap seperti final siapa yang paling
layak untuk menuju Sinjai. Tibalah pertandingan uji coba kami dan saya
dijadikan starter untuk bermain di awal babak, hujan menjadi saksi betapa
semangatnya kami mengukuti turnamen itu,karena semangat kami itu saya
mengantarkan sekolah saya lolos menuju Sinjai kota, dengan mencetak 1 goal dan
menyumbang 2 assist. setelah kami pulang saya merasa ada yang sama waktu SMP
dulu yaitu ketika saya lolos di qualifikasi dan harus pulang ketika
pertandingan sesungguhnya dimulai, tapi saya selalu yakin dan percaya kalau
kerja keras tidak akan menghianati hasil dan benar kami juara LPI Sinjai,
setelah mengalahkan sinjai utara di Final dengan skor 2-0, menurut saya ini
adalah sesuatu yang mustahil kami dapatkan karena mengingat SMA 1 Sinjai
Selatan belum pernah biisa mencapai semifinal, tapi kami hancurkan semua
mitos itu yang yang selalu menghantui
kami kalau, tim kami tidak akan pernah bisa juara. Gelora massa menjadi saksi
kemenangan kami dengan dihadiri beberapa guru kami di sekolah termasuk kepala
sekolah kami sendiri,yaitu pak Arifin Sakka yang berkontribusi langsung
memberikan piala yang hampir setinggi dua meter itu. Itulah salah satu prestasi
saya di bidang olahraga.
Ternyata masa masa SMA harus
saya akhiri dengan mengikuti UAN. Masa
SMA yang penuh dengan keceriaan ditutup dengan ketegangan mengerjakan soal
UAN.setelah dinyatakan lulus, saya bersama salah seorang teman memanfaatkan
waktu libur untuk persiapan menuju SBMPTN yaitu belajar di JILC yang merupakan
bimbingan belajar terbaik menurut saya, dimana saya harus meninggalkan kampung
halaman untuk mensiasati soal SBMPTN, waktu di JILC ada banyak cerita dan kisah
yang sampai sekarang masih teringat di memoriku dengan detail sekali. Setelah
tes SBMPTN saya dinyatakan tidak lulus tetapi tak sedikit pun membuat saya
putus asa dan merasa kecewa. Karena telah memasang alternative yaitu SPAN-PTKIN
yang merupakan jalur undangan masuk ke perguruan tinggi Islam Makassar saya pun
dinyatakan lulus di prodi Jurnalistik – Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar.
Hingga saat ini saya sedang menyelesaikan semester kedua di kelas A yang
mana semester ini saya belum aktif mengikuti kegiatan kampus karena peraturan
yang dijalankan oleh pihak biriokrasi.
Demikianlah autobiografi saya,
semoga tulisan saya ini para pembaca akan lebih mengenal sosok saya, terimah
kasih atas waktu yang diluangkan untuk membaca autobiografi saya. , sampai
jumpa di tulisan saya selanjutnya , Saya niswar kullah mengucapkan terimah
kasih dan Bravo Olahraga.




0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.