Sahabat SP - Selain ibu, sosok ayah juga sangat besar peranannya dalam memberikan perlindungan kepada keluarga. Ayah yang bertugas mencari nafkah akan selalu berusaha memberikan yang terbaik buat keluarganya. Seperti kisah berikut.
Diceritakan. Pria paruh baya yang akrab disapa Pak Sardi (nama samaran), yang usianya hampir 60 tahun adalah seorang pensiunan tentara. Selama dia bertugas dulu sering mengalami cedera hingga kakinya cacat dan terpaksa harus segera meninggalkan kesatuannya lebih awal.
Lantaran kesulitan ekonomi, Pak Sardi pun harus pergi kesana kemari mencari pekerjaan, namun kondisi fisiknya yang tidak mendukung pekerjaan yang layak pun sulit didapatkan. Akhirnya ia pun hanya menjadi petugas kebersihan lingkungan sekitar.
Pak Sardi memiliki seorang anak laki-laki (sebut saja namanya Andra) yang bekerja di sebuah perusahaan. Lantaran dia tidak punya banyak waktu untuk mengajar dan menemaninya waktu kecil dulu, anaknya pun menjadi sosok yang apatis sehingga hubungan keduanya pun menjadi tidak baik. Apalagi setelah sang istri meninggal karena kanker, jarak ayah dan anak itu pun menjadi semakin jauh.
Hingga suatu ketika, karena ada hal penting Andra berangkat kerja dengan terburu-buru. Tak sengaja dokumen pentingnya pun tertinggal di rumah. Sang ayah yang melihat dokumen penting itu, lalu berinisiatif untuk mengantarkannya ke kantor anaknya.
Namun ternyata Pak Sardi tiba lebih dahulu di kantor sang anak dibandingkan anaknya. Mungkin karena rute yang ia lalui berbeda dengan sang anak.
Ia lalu bertanya pada salah satu pegawai kantor itu, "Apakah Pak Andra sudah sampai di kantor."
Melihat baju lusuh yang dikenakan Pak Sardi, pegawai wanita itu menatapnya dengan heran dan curiga, ia pun menjawab bahwa Pak Andra masih belum datang.
Tak lama kemudian, Andra pun sampai di kantor. Saat melihat sang ayah, ia justru merasa malu dan segera mempercepat langkahnya. Pak Sardi yang saat itu hanya ingin mengantarkan dokumen anaknya yang tertinggal, lalu memanggil Andra berulangkali dengan suara yang cukup keras hingga semua mata tertuju pada mereka berdua.
Andra yang melihat dokumen dibawa ayahnya akhirnya datang menghampiri.
"Ndra, ini dokumen kamu, sepertinya penting dan kamu meninggalkannya di rumah, jadi ayah datang ke kantor untuk mengantarkannya padamu," ucap sang ayah.
Andra lalu mengambilnya dan kemudian sedikit berbisik, "Baik ayah, terima kasih sudah mengantarkannya. Ayah boleh pulang".
Terlihat jelas di wajahnya bahwa saat itu ia merasa malu bukan main dengan keadaan ayahnya.
Saat Andra mengantar ayahnya menuju pintu keluar, tanpa diduga direktur perusahaan itu datang. Pria yang lebih muda dari Pak Sardi itu tiba-tiba menatap jauh ke dalam wajah Pak Sardi.
Tanpa diduga direktur itu kemudian berkata, "Hallo Kapten," sambil menundukkan kepalanya sedikit kepada Pak Sardi. Direktur itu pun kemudian memeluk erat Pak Sardi sembari meneteskan air mata.
Beberapa saat Pak Sardi baru menyadari, ternyata itu adalah Herman. "Herman, ya, kamu Herman kan? Sudah 30 tahun tapi kamu masih ingat kepada saya?" tanya Pak Sardi
Dengan air mata yang masih mengalir direktur itu menjawab "Kapten, bagaimana mungkin saya lupa dengan Anda. Tanpa pengorbanan Anda, mungkin saat ini saya tidak ada lagi di sini."
Pak Sardi lalu memanggil Andra dan segera menyuruhnya untuk menyapa Herman. Herman lalu bercerita kepada Andra, "30 tahun lalu, ayahmu ini adalah kapten saya di kesatuan, ia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan nyawa saya, hingga akhirnya harus kehilangan satu kakinya. Setelah tugas di kesatuan usai, saya terus mencarinya, namun karena ia mengganti alamatnya saya tak bisa menemukannya".
Setelah atasannya itu berbicara, Andra pun menyadari bahwa dia belum mengerti ayahnya dengan baik. Selama ini ayahnya sulit mencari pekerjaan bergaji besar karena cacat, dan ternyata cacat di kakinya itu adalah karena dia dulu menyelamatkan nyawa orang lain.
Di dalam hati dia mulai menangis, dia memeluk ayahnya, mengangkat kepala dengan bangga akan ayahnya, dan segera, hubungan antara ayah dan anak itu kini menjadi baik dan lebih erat.
Nah, bagaimana menurut sahabat semua? Bila ada pendapat atau masukan silakan tulis di kolom komentar ya. Jangan lupa berikan like & share juga lalu klik ikuti bila menyukai postingan ini. Terima kasih.


0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.