Sabtu, 03 Juni 2017

" MANUSIA SEPERTI KELEDAI"


Allah menjelaskan dalam QS. Al-Jumuah [62]: 5.
“Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”
Keledai dalam bahasa Inggris disebut donkey dan panggilan mereka untuk yang jantan dengan sebutan Jack dan betinanya Jenny atau Jennet. Istilah keledai yang ditujukan pada manusia adalah perumpamaan sebuah sifat kebodohan, keras kepala, tidak merubah sudut pandang,
Mengapa? Sebenarnya sifat alaminya adalah keras kepala sebagai bentuk perlindungan dirinya terhadap ancaman dari luar. Nah, bagi keledai bagus memiliki sifat keras kepala karena ia berusaha melindungi dirinya, tapi bagi manusia alangkah buruknya. Kemudian keledai tidak peduli akan memikul beban bawaannya sebanyak apa pun, sampai ia menyerah bila ia tidak sanggup membawanya (duduk terlunglai) sambil berteriak memekik keras, hingga tuannya memukul-mukulnya untuk berdiri lagi.
Mengapa perumpamaan keledai ini disamakan dengan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat (kaum Yahudi)? Kita tahu bahwa kaum Yahudi merupakan kaum yang keras kepala, bagaimana Allah mengirimkan banyak utusan (Nabi dan Rasul) kepada mereka tetapi mereka selalu menolak akan aturan-aturan Ilahiyah bahkan menentang.
Contoh,
ketika Musa as bertemu utusan Allah (Malaikat) di Gunung Thursina untuk menerima perintah Allah selama beberapa waktu, umatnya (Yahudi) justru membuat Tuhan tandingan berupa patung sapi, alasan mereka Tuhannya Musa tidak dapat dilihat. Dan ketika mereka dijajah Fira’un mereka mengeluh, setelah mereka terbebaspun lebih mengeluh lagi. Ketika mereka diberi makan berupa manna dan salwa, merekapun mengeluh dengan alasan, makanan tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.
Dan ketika mereka disuruh masuh ke tanah Filistin (Palestina), mereka pun menolak dan balik memerintah Musa as untuk masuk sendiri. Alasan mereka, kalau sudah aman baru mereka akan masuk. Bahkan mereka tahu akan hukum Taurat, justru mereka membuat hukum tandingan dan membunuh para utusan Allah (Nabi dan Rasul) seperti dijelaskan dalam QS. Ali Imran ayat 21, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memamg tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yg pedih”. Padahal keinginan Allah terhadap kaum Yahudi, akan memuliakan mereka denganTaurat. Pada kenyataannya mereka memilih kehinaan dengan meninggalkan Taurat, mengganti hukum Taurat sesuai dengan hawa nafsu dan keuntungan dunia mereka.
Semoga bermanfaat...!

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

My Blog List

Pages