PUBLIC RELATION
1, DEFENISI PUBLIC RELATION (PR)
Public Relation adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana yang berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan seluruh khalayak. Sedangkan menurut penulis Frank Jefkins adalah semua bentuk komunikasi yang terencana baik itu kedalam ataupun keluar antara suatu oraganisasi dengan semua khalayaknya dalam rangaka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian kemudian pernyataan Meksiko yang menyatakan bahwa public relation adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial yang mengaalisis berbagai kecenderungan memperkirakaan setiap kemungkinan konsekuensinya member masukan dan -saran-saran kepada para pemimpin organisasi, serta menerapkan program- program yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan kepentingan khalayaknya.
MEMBEDAKAN PUBLIC RELATION DENGAN PERIKLANAN
Menurut Institut of Pratitioners in Advertising (IPA) Inggris adalah pengupayaan suatu pesan penjualan yang supersuasif mungkin kepada calon pembeli yang paling tepat atau suatu produk atau jasa tertentu dengan biaya semurah- murahnya.
Perbedaan public relation dan periklanan itu sendiri bersumber dari fakta bahwa public relation ( PR) bukan salah satu bentuk dari periklanan public relation bahkan mrangkum kegiatan-kegiatan jauh lebih luas dari pada kegiatan periklanan. Ini karena public relation menyangkut seluruh komunikasi yang berlangsung pada sebuah organisasi, sedangkan periklanan meskipun anggaran biayanya seringkali lebih besar dari pada dana untuk public relation terbatas pada bidang atau fungsi pemasaran saja. Periklanan mungkin tidak dilaksanakan oleh semua organisasi namun organisasi manapun tidak dapat lepas dari public relation. Sebagai contoh Brigade pemadam kebakaran tidak pernah mengiklankan jasa pemadam kebakaran tetapi lembaga ini selalu menjalin hubungan dengan khalyaknya.
Public relation meliputi segala orang dan segala sesuatu sementra iklan terbatas pada hal-hal yang berkaitan dengan fungsi penjualan dan pembelian seperti promosi produk, penyediaan pasokan dan perekrutan staf atau pengumuman hasil perdangan.
MEMBEDAKAN PUBLIC RELATION DENGAN PEMASASRAN
Menurut Chartered Institute of Marketing (CIM) Inggris adalah suatau proses manajemen yang bertanggung jawab untuk mengenali, mengantisipasi dan memuaskan keinginan atau kebutuhan pembeli demi meraih laba.
Di dalam dunia komersial, atau sektor swasta dari setiap perekonomian, bidang
PR serta periklanan memiliki kaitan yang crat dengan bidang pemasaran.
Pemasaran merupakan salah satu fungsi utama dari kegiatan bisnis, sedangkan PR memiliki hubungan kuat dengan fungsi-fungsi finansial dan produksi. Di samping itu, fungsi-fungsi PR juga bisa diterapkan dalam rangka menunjangsuatu bauran pemasaran (marketing mix), di mana kegiatan-kegiatan periklanan merupakan salah satu unsurnya. Bauran pemasaran itu sendiri meliputi segenap elemen dari strategi pemasaran -antara lain: pemilihan nama poduk, metode dan gaya pengemasan, riset pasar, penentuan harga, penjualan, distribusi serta penyediaan jasa purna-jual. Seluruh elemen tersebut membutuhkan komunikasi dan niat baik (goodwill). Arti penting dari PR itu sendiri terletak pada kemam puannya dalam mendidik pasar (market education), yakni menjadikan khalayak mengetahui kcbcradaan serta kegunaan produk-produk dari perusahaan yang bersangkutan, dan hal ini ternyata sangat ditentukan keberhasilan upaya-upaya periklanan yang dijalankan oleh perusahaan.
MEMBEDAKAN PUBLIC RELATION DENGAN PROMOSI PENJUALAN
Promosi penjualan terdiri dari aneka skema dan langkah jangka pendek biasanya dilakukan dipoint penjulan atau dalam menanggapi tuntunan pasar secara langsung. Guna memperkenalkan produk baru serta memppertahankan dan meningkatkan volume penjualan.
Istilah PR terkadang juga dicampur adukkan dengan istilah promosi penjualarn. Hal ini terutama karena promosi penjualan juga mampu membawa produsen semakin dekat dengan konsumennya. Dibandingkan dengan iklan yang lazimnya memakai media tradisional, promosi penjualan merupakan suatu bentuk komunikasi pemasaran yang lebih personal sifatnya.Meskipun upaya penjualan memang mengandung aspek-aspek PR-karena adalah tidak mungkin para konsumen akan menjauhi suatu perusahaan yang menawarkan potongan harga atas produk-produk yang hendak dibelinya-tetapi antara promosi penjualan dan PR jelas ada perbedaan yang nyata.
MEMBEDAKAN PR DENGAN PROPAGANDA
Propaganda merupakan suatu usaha yang dilancarkan berkesinambungan dengan tujuan menggalang dukungan bagi suatu pendapat, kredo (paham), atau kepercayaan tertentu. Meskipun sudah jelas-jelas berbeda, akan tetapi propaganda tetap saja sering disalah-artikan sebagai suatu bentuk komunikasi yang tidak ubahnya seperti maka itu terbatas pada kenyatan kepercayaan khalayaknya agar bisa diterima. Tugas untuk merebut kepercayaan melalui propaganda lebih sulit dilakukan karena topik-topiknya sendiri sangat mungkin menimbulkan kecurigaan atau, paling tidak, selisih pendapat. Namun pada praktiknya, kedua hal itu memang tidak mudah untuk dibedakan begitu saja. Seringkali kita sulit untuk memastikan apakah informasi yang dikeluarkan oleh, misalnya departemen-departemen pemerintah, tergolong sebagai bagian dari propaganda atau PR. Sebagai propaganda, tujuannya adalah mempertahankan kekuasaan pemerintah. Sedangkan PR bertujuan untuk menjadikan masyarakat memaha-mi serta memanfaatkan jasa-jasa dari departemen yang bersangkuran PR. Padahal kalau pun ada kesamaanny bahwa baik PR maupun propaganda harus mampu merebut ksecara memadai.
PR TIDAK SAMA DENGAN PUBLISITAS
Defenisi Publisitas
Publisitas adalah dampak dari diketahuinya suatu informasi.
Publisitas memunculkan suatu citra berdasarkan informasi tertentu. Citra tidak selamanya mencerminkan kenyataan yang sesungguhnya atas suatu hal, karena citra semata-mata terbentuk berdasarkan informasi yang tersedia. Dengan demikian, informasi yang benar, akurat, tidak memihak lengkap, dan memadai itu benar-benar penting bagi muncul-nya citra yang tepat. Berdasarkan kenyatan tersebut, tidaklah mengherankan apabila kita mendapat citra yang berlainan tentang seorang tokoh dari surat kabar yang berbeda. Variasi informasi mengakibatkan variasi citra walaupun subjek yang terlibat sama.
Publisitas dan Periklanan
Dalam dunia periklanan, kata publisitas digunakan secara longgar; misalnya saja manajer publisitas' (publicity manager), sebagai jabatan yang lebih tinggi untuk manajer periklanan. Padahal publisitas tidak sama dengan periklanan. Seperti telah disinggung di atas, publisitas adalah sesuatu yang bisa didapatkan atau direkayasa, karena secara definitif, publisitas merupakan hasil, akibat, atau dampak dari diumumkannya suatu informasi.
DEPARTEMEN PUBLIC RELATIONS
DEPARTEMEN ATAU BIRO KONSULTASI
1. Perlunya Departemen PR Internal
Perbedaan penting lainnya antara periklanan dan PR adalah bahwa saat suatu perusahaan mulai membelanjakan sejumlah besar uang untuk keperluan periklanan, ia mulai mempertimbangkan untuk menunjuk dan mempekerjakan suatu biro iklan eksternal (suatu perusahaan yang berdiri sendiri di luar perusahaan tersebut) dan menjalin kerja sama erac dengannya dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan dalam urusan PR, yang akan terjadi adalal sebaliknya. Pada umumnya, dalam bidang periklanan, perusahaan lebih suka merekrut spesialis dari pihak luar unuk bekerja dalam periode tertentu,dari pada mempekerjakan mereka secara permanen (mengangkat mereka sebagai pegawai tetap perusahaan), Hal ini termasuk dalam hal penulisan iklan-iklan di berbagai media, seperti surat kabar, televisi, atau radio. Kecuali perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bisnis pasar swalayan dan biro-biro perjalanan, kebanyakan perusahaan merasa enggan mempekerjakan para spesialis periklanan yang bergaji mahal tersebut secara terus-menerus akan tetapi, bila suatu perusahaan mulai terlibat dalam kegiatan PR yang sangat aktif akan lebih baik bila perusahaan tersebut membangun atau memperbesar departemen PR. Hanya dalam kondisi-kondisi tertentu saja perusahaan-perusahaan itu bersedia meminta konsultasi dari biro-biro konsultan PR. Biasanya, suatu perusahaan baru membeli jasa konsultasi manakala kegiatan PR dari perusahaan tersebut memang belum terlalu banyak. Atau bisa juga tenaga konsultan PR itu sengaja didatangkan untuk memberi masukan-masukan atau bimbingan dalam rangka mendirikan suatu
DEPARTEMEN PUBLIC RELATIONS
Lembaga PR yang baru, untuk meningkatkan kemampuan profesional paraf humasnya yang sudah ada dalam bidang-bidang tertentu, misalnya saja penanganan PR di bidang keuangan. Namun, hal itu tidak berarti departemen PR (yang bersifat atau berada di lingkungan perusahaan itu sendiri) pasti lebih baik daripada konsultasi PR (yang bersifat cksternal atau di luar perusahaan itu), maupun keduanya memiliki sifat-sifat dan keunggulan tersendiri biasanya, suatu perusahaan yang besar bahkan membutuhkan kedua-duanya satu yang cukup menarik. Suatu atau organisasi biasanya mempekerjakan biro iklan eksternal atas dasar dua alasan, yakni untuk memperoleh :
(1) keahlian biro tersebut dalam hal perencanaan dan pengadaan ruang maupun waktu penyiaran secara efisien dan ckonomis, serta
(2) untuk menggunakan keahlian-keahlian Dari sekian banyak perbedaan itu, ada kreatifnya dalam merancang, menghias, dan menyebarluaskan iklan.
pesan-pesan yang dapat mempromosikan produk dan perusahaan atau citraorganisasi yang bersangkutan. Kedua hal penting itu tidak dimiliki oleh setiap perusahaan, dan biasanya memang hanya dimiliki olch perusahaan yang khusus bergcrak dalam bidang tersebut (istilah lazimnya biro eksternal). Usaha uncuk memiliki kedua-duanya akan menelan biaya yang cukup besar dan sangat mahal, sehingga akan lebih ekonomis pabila suatu perusahaan menggunakan produk atau jasa periklanan dari biro-biro iklan eksternal Seorang praktisi PR dituntut untuk mampu mengerjakan banyak ha. la harus bisa menjadi seorang komunikator, scorang penasehat, dan sekaligus .
Di bidang periklanan, suatu organisasi yang membutuhkan jasa iklan senantiasa bisa dengan mudah membeli produk atau jasa periklanan dari biro-biro iklan eksternal. Akan tetapi di bidang PR, sumber-sumber informasi, kreativitas, dan produksi adalah perusahaan itu sendiri. Setiap organisasi harus memiliki pejabat PR yang tahu benar mengenai organisasinya karena ia harus mampu bertindak seorang perencana kampanye yang baik. sebagai juru bicaranya. Seorang pejabat PR selalu menghadapi banyak pihak. Mulai dari kalangan dalam seperti staf, anggota atau pegawai organisasi itu sendiri hingga ke kalangan luar seperti para agen, perantara konsumen, dan sebagainya. la harus tahu benar tentang segala seluk-beluk organisasi dan mampu mewakilinya dalam berbagai kesempatan atau keperluan. Oleh karena ia harus berhubungan secara dekat dan kontinyu dengan semua orang dalam organisasinya. Kedekatan itu tidak terlalu penting bagi biro iklan, namun menjadi sedemikian penting bagi biro konsultan PR.
Hal ini tidak dimiliki oleh sebuah biro konsultan, maka memiliki sebuah kekurangan yang sangat besar-kecilnya departemen PR internal Internal PR department) dari suatu organisasi atau perusahaan tergantung pada tiga hal utama, yakni:
2. Ukuran Departemen PR
(a) Ukuran organisasi atau perusahaan yang bersangkutan
(b) Kebutuhan perusahaan akan PR yang efcktif dan nilai atau arti penting dari fungsi PR bagi pihak manajemen
(c) Karakteristik khas PR bagi masing-masing organisasi atau perusahaan
Kriteria (a) dan (b) kiranya sudal jelas. Sekarang mari kita simak kriteria
(c). Setiap organisasi pasti memiliki kebuuhan kebutuhannya sendiri yang idık bisa diseragamkan dengan keburuhan dari organisasi-organisasi lainnya sebuah perusahan pembuat produk konsumen yang bersifat misalnya, lebili banyak mengerahkan dana untuk keperluan periklanan dan tidak terlalu mementingkan PR. Sedangkan sebuah perusahaan industri atau yang bersifat teknis lebih mementingkan kegiatan-kegiatan PR demi mendidik pasar daripada urusan periklanan semata-mata. Dari uraian di atas sudah jelas bahwa kedua perusahan tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda. Hal yang paling penting untuk diingat di sini adalah manajemen harus memperhatikan dan memanfaatkan fungsi-fungsi PR dalam rangka berkomunikasi dengan khalayaknya. Hal ini harus disadari sepenuhnya oleh para pimpinan dari sctiap organisasi atau perusahaan yang menginginkan keberhasilan
3. Staf PR
Komposisi PR dari masing-masing organisasi tentu saja berbeda, tergantung pada kebutuhannya. Di suatu organisasi, mungkin saja departemen PRnya hanya terdiri dari scorang manajer dan seorang sekretaris. Namun, banyak pula organisasi atau perusahaan yang juga mempckerjakan para asisten seperti pejabat pers, editor jurnal internal, perancang media cetak, fotografer dan sebagainya, untuk menunjang pelaksanaan departemen PR-nya. Ada pula organisasi yang tidak memiliki atau mempekerjakan spesialis PR secara permanen, dan menycrahkan fungsi-fungsi PR-nya (terutama yang berhubungan dengan konsultan) kepada divisi pemasaran atau penjualan dengan dibantu oleh jasa konsultasi dari biro PR eksternal. Pada beberapa organisas tertentu, misalnya pada yayasan atau lembaga-lembaga nirlaba, fungsi PR langsung dirangkap oleh sang direktur atau sekretaris dewan Pada beberapa pemerintah dacrah, fungsi-fungsi PR dijalankan –langsung oleh sekretaris sang walikota. Walau demikian, sebagian besar pemerintah daerah (kota-kota) di Inggris sudalh memiliki staf PR khusus yang bekerja secara permanen.
Manager PR
Sekretaris
Asisten Manager PR
Sekretaris
Editor Pengelola Fotografer Petugas
Publikasi Pejabat Pers
danMedia Cetak
Jurnal internal Kunjungan
ke Perusahaan
Sekretaris
Sekretaris
Meskipun tingkatannya sangat bervariasi, hampir semua organisasi memiliki sendiri departemen atau biro khusus yang menjalankan fungsi fungsi PR dan tidak terlalu bergantung pada konsultan PR (biro PR eksternal). Perusahaan yang sangat mengandalkan biro iklan dari luar, tetap perlu memiliki sendiri organ PR-nya (inilah salah satu perbedaan antara periklanan dan PR, karena jarang perusahaan membentuk sendiri biro iklannya). Keberadaan departemen dan staf PR internal akan semakin mencolok di berbagai organisasi non-komersial yang memang tidak terlalu banyak terlibat dalam kcgiatan periklanan. Bahkan menurut sebuah survey yang diadakan oleh Cranfield School of Management, 63 persen praktisi PR di Inggris merupakan staf atau pegawai tetap di suatu pcrusahaan atau organisasi. Selama periode resesi tahun 1991, bisnis konsultasi PR semakin sulit memperolch klien maupun karyawan karena semakin banyak kegiatan PR yang dilakukan secara internal.
MANAJER PR
Jabatan Manajer
Kepala departemen PR, meskipun fungsinya kurang lebih sama, memiliki istilah jabatan yang bervariasi. Mulai dari direktur urusan publik (director of public affairs) hingga manajer komunikasi (communication manager) Banyak pula organisasi yang memadukan fungsi PR dan fungsi periklanan dalam satu jabatan (advertising and pubiic relations officer). Istilah jabatan staf PR (public relations offcer atau PRO) terkadang tidak begitu disukai larena biasnya langsung mengingatkan orang pada sosok lembaga pemerin tah yang kaku. Bertolak dari kenyataan itu, maka muncullah berbagai variasi istilalh jabatan yang serba menarik dan terkadang justru aneh. Upaya untuk memisahkan PR perusahaan dan tumbuhnya kesadaran sosial atas hakikat kegiatan bisnis dari tugas-tugas yang bersifat harian atau rutin seperti pem buatan jurnal atau surat kabar internal telah turut mendorong nama-nama atau istilah jabatan yang baru. Meskipun demikian perlu pula diingat bahwa pembedaan yang dilakukan atas istilah PR (public relations) dengan urusan publik (public affairs) hanya bersifat artifisial. Artinya, pembedaan yang berasal dan g-gasan Amerika tersebut tidaklah bersifat hakiki(tidak sepenuh nya mencerminkan kenyataan) sehingga hal itu tidak perlu terlampau dipersoalkan
Kadang-kadang, PR dipandang sebagai bagian dari suatu pekerjaan lain. Tentu saja ini merupakan suatu pandangan yang patut disayangkan karena cenderung merendahkan peranan PR yang sesungguhnya. Di negara-negara Dunia Ketiga, fungsi fungsi PR bahkan sering menjadi bagian dari tugas seorang manajemen personalia. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah jika dikaitkan dengan kebutuhan hubungan internal thubungan antara organisasi atau perusahaan dengan para anggota atau pegawai). Namun hal tersebut tetap saja untuk memenuhi kcbutuhan hubungan eksternal (hubungan antara organisasi atau perusahaan dengan pihak pihak luar) manajer pemasaran hingga seringkali fungsi PR dilecehkan eksekutif yang mengatur fungsi PR dalam suatu organisasi atau perusahaa Di berbagai perusahaan, seringkali tugas PR disatukan dalam jabatan Pada akhirnya, apa yang kita bicarakan di sini adalah tentang seora dengan nama public relation manager (manajer PR). Apabila ia juga turut menduduki kursi dewan direksi, maka jabatannya meningkat menjadi public relation director (direktur PR). Kita juga menggunakan sebuah istilah yang pengertiannya lebih umum, yakni public relation practitioner PR), yang mengacu pada setiap orang yang menekuni profesi PR, baik I bekerja di biro konsultan PR maupun pada sebuah unit atau depariemen internal dalam suatu onganisasi atau perusahaan, Istilah lain akan kita abaikan, kecuali petugas pers (press offcer), yakni scorang spesialis yang menangani hubungan antara organisasinya dengan kalangan media massa (angan sampai Anda kacaukan istilah petugas pers tersebut dengan manajer PR), serta konsultan PR (public relations consultant) yang dengan sendirinya mengacu pada seorang praktisi PR yang menjalankan fungsi-fungsinya sccara mandiri atau independen (dalam sebuah perusahaan biro PR eksternal atau konsultan).
5. Tanggung Jawab Manajer PR
Dari sekian banyak tanggung jawab atau tugas dari soang manajer PR, sebagian dari tugas-tugas utama itu adalah sebagai berikut :
(a) Menetapkan sasaran atau merumuskan tujuan-tujuan dari keglatan PR
(b) Memperhitungkan jam kerja dan sumber daya lainnya yang yang akan menjadi biaya atau sumber pengelua
(c) Menetapkan skala prioritas guna mengendalikan pilihan publik, media untuk menyampaikan pesan kepada mereka, waktu operasi, serta opti malisasi penggunaan tenaga kerja dan berbagai sumber daya lainnya seperti pcralatan
(d) Menentukan kelayakan pelaksanaan dari setiap upaya ang hendak dilakukan dalam rangka mengejar tujuan tujuan tertentu sesuai dengan dana, kemampuan para staf, dan ketersediaan berbagai macam peralatan
6. Tugas Khusus Manajer PR Adapun tugas-tugas khusus yang lazim dijalankan oleh seorang manajer PR dapat diperinci sebagai berikut:
(a) Menciptakan dan memelihara suatu citra yang baik dan tepat atas perusahaan atau organisasinya, baik yang berkenaan dengan kebijakan kebijakan, produk, jasa, maupun dengan para personelny
(b) Memantau pendapat eksternal mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan citra, kegiatan, reputasi maupun kepentingan-kepentingan organisasi/ perusahaan, dan menyampaikan setiap informasi yang penting langsung kepada pihak manajemen atau pimpinan puncak untuk segera
(c) Memberi nasihat atau masukan kepada pihak manajemen mengena berbagai masalah komunikasi yang penting, berikut teknik-teknik untuk ditanggapi atau ditindak lanjuti
(d) Menyediakan berbagai informasi kepada khalayak perihal kcbijakan demi menciptakan suatu pengetahuan yang maksimal dalam rangka
7. Bentuk-bentuk Kerja Sama antara Pihak Manajemen (Pucul Kerja sama antara kedua-belah pihak akan berjalan dengan baik jika mengatasinya organisasi, kegiatan, produk, jasa, dan personalia sclengkap mung menjangkau pengertian khalayak Pimpinan) dengan Manajer PR memenuhi syarat-syarat scbagai berikut:
(a) Manajer PR haruslah seorang praktisi profesional yang benar-benar kompeten agar sosoknya benar-benar diakui dan dimanfaatkan oleh kalangan manajemen sebagai scorang ahli yang selalu dapat diandalkan serta dipercaya di bidangnya
(b) Seorang manajer PR yang baik harus mampu menciptakan jalur-jalur komunikasi internal (mengenal setiap orang dalam organisasi, dan setiap orang juga mengenalnya) serta mampu memperoleh kepercayaan dari semua orang sehingga ia bisa mendapat informasi setiap saat dari siapa saja dalam pcrusahaan, dan setiap orang juga mempercayai informas yang ia sampaikan
(c) Scorang manajer PR yang baik juga dituntut untuk mampu menciptakan jalur- jalur komiunikasi eksternal, sehingga ia dikenal oleh publik sekaligus dipercaya sebagai sumber informasi yang handal. Jalur-jalur komunikasi eksternal tersebut sangat diperlukan sebagai sumber informasi yang dapat digunakan sebagai umpan balik bagi organisasi atau perusahaan.
(d) Manajer PR harus mampu mendukung pihak manajemen agar mereka senantiasa siap menghadapi wawancara, memberi pidato atau sambutan resmi, serta tampil di muka publik.
(e) Pihak manajemen juga harus terampil dan mau berkomunikasi. Manaje PR akan membantu menyediakan berbagai macam informasi dan masukan yang sekiranya diperlukan. Manajer PR juga mengatur segala masukan yang sekiranya diperlukan. Manajer PR juga mengatur sesuatu sebelum pimpinan organisasi atau perusahaan tampil dalam segala resepsi umum, tatap muka dengan kalangan pers, atau dalam suatu
(f) Pihak manajemen juga harus bersedia mempercayakan dan menyerahkan informasi-informasi penting mengenai organisasi sccara langsung dan dini kepada manajer PR. Hal iní berarti pihak manajemen harus bersedia menerima dan berhubungan secara erat dengan manajer PR setiap saat.
Agar mereka dapat bekerja sama secara cfcktif, sescorang yang menjabat sebagai manajer PR perlu diberi suatu posisi atau status jabatan resmi yang cukup tinggi schingga setiap sazt ia bisa berhubungan secara mudah dengan para kepala bagian, kepala semua departemen atau bahkan pimpinan puncak dari perusahaan/organisasi yang bersangkutan. Idealnya, manajer PR harus memiliki pangkat yang setara dengan direkur. Pentingnya posisi yang memadai bagi manajer PR tersebut sudah disadari oleh banyak perusahaan besar yang tergolong paling berhasil di dunia. Struktur jabatan dalam perusahaan yang menghargaí posisi manajer PR diperlihatkan pada Peraga
KEGIATAN-KEGIATAN DEPARTEMEN PR
Jenis-jenis pekerjaan yang harus dilakukan olch manajer PR dan para stafnya berbeda-beda di setíap perusahaan/organisasi, dan banyak faktor yang akan mempemgaruhi diuraikan jenis-jenis pekerjzan yang lazim dilakukarn:
a) Menyusun serta mendistribusikan siaran berita (news release), foto-foto ngaruhinya. Meskipun demikian, sebagai panduan umum, berikut dan berbagai artikel untuk konsumsi kalangan media massa. kalangan media massa ke organisasi/perusahaan. Media massa dan televisi dengan pihak manajemen. dan mengelola sebuah perpustakaan foto.
(b) Mengorganisasikan konferensi pers, acara-acara resepsi dan kunjungan
(c) Menjalankan fungsi sebagai penyedia informasi utama bagi kalangan media massa
(d) Mengtur acara wawancara antara kalangan pers (media cetalk), radio dan televisi
(e) Memberikan penerangan singkat kepada fotografer, serta membentuk dan mengelola sebuah perpustakaan foto.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN ADANYA DEPARTEMEN DAN MANAJER PR
Lima Keuntungan
(A) Manager PR pusti juga memiliki keahlian dan pengalaman khusus dibidang pendagangan, sektor industri/bisnis tertentu, atau bidang kerja yang digeluti oleh organisasi atau perusahaannya sendiri
(c) Menejer PR akan dapat dengan mudah menciptakan İlur-jalur komunkasi di dalam organisasi/perusahaannya sendiri dan dapa mengumpalkan brhggai macam informasi yang penting dan duput digercaya dengan cepat
(d) Manajer PR biasanya akan selalu siaga dan dapat bertindak cepat terutama dalam keadaan krisis.anaier PR memiliki posisi yang kuat untuk memberikan masukan-masukan secara rutin kepada pihak manajemcn
Lima Kelemahan
Meskipun setiap organisasi/perusahaan dianjurkan untuk memiliki sendiri manajer PR yang berkualitas, namun ternyata ada juga kelemahan dari adanya manajer PR tersebut. Beberapa kelemahan yang sering terjadi adalah sebagai beriku
(a) Manajer PR bisa menjadi sedemikian dekat dengan organisasil perusahaan sehingga ia tidak bisa lagi sepenuhnya untuk objektif dalam menilai segala sesuatu yang berkenaan dengan organisasi/perusahaannya sendiri. Hal ini akan tercermin dalam tulisan yang dibuatnya sehingga membawa kerugian bagi perusahaan. Kalangan media massa sangat sinis mengenai hal-hal yang seperti itu. Demikian pula, jika kesalahan yang terjadi akibat mencampur-adukkan kegiatan PR dengan kegiatan lainnya seperti periklanan, pemasaran atau penjualan, maka media akan sangat curiga dengan materi yang dikirimkan oleh, misalnya, 'manajer publikasi' atau 'departemen publikasi.' Orang-orang periklanan, pemasaran dan penjualan sudah terbiasa untuk membeli ruang iklan dari departemen iklan pada suatu media. Yang jarang mereka pahami adalah materi PR haus diberikan atau 'bahasa' yang benar-benar berbeda, selalu menginginkan berita baru, tidak menginginkan berita yang 'berlebihan', atau 'dihiasi'. Tetapi umumnya mendapatkan 'berita yang berlebihan' itu dari sumber di luar pihak PR, walaupun terkadang dari manajer PR perusahaan ke bagian editorial, yang memliki cara pandang
(b) Jika manajer PR tersebut tidak cukup terampil atau terlatih, maka ia hanya akan menjadi beban organisasi/perusahaan
(c) Kebanyakan manajer PR tidak memiliki posisi atau starus resmi yang cukup tinggi di mana ia bisa setiap saat mengadakan hubungan langsung dengan para pucuk pimpinan secara
(d) Manajer PR mendapatkan seburan sebagai petugas PR (public relations officer) dari pihak manajemen yang melihat hal ini sebagai cara yang tepat untuk mempromosikan dan menyingkirkan karyawan senior. Akibatnya karyawan terscbut akan bekerja di bidang yang tidak atau hanya sedikit ia ketahui
(e) Pihak manajemen sendiri acapkali tidak memiliki suatu spesifikasi ekerjaan yang jelas bagi departemen atau manajer PR-nya. Dalam kondisi seperti ini, manajer PR sulit diharapkan untuk mampu menjalankan semua tanggung jawabnya dengan baik, seperti diuraikan dalam daftar kegiatan dari A sampai Z di atas.
Kamis, 20 September 2018
“ Defenisi, Kekhususan dan Departement Public Relation” OLEH JURNALISTIK A UIN Alauddin Makassar
Published :
September 20, 2018
Author :
Niswar Kullah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Diberdayakan oleh Blogger.
Cari Blog Ini
Labels
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
My Blog List
Pages
Popular Posts
-
Saat ini harga bahan bangunan semakin lama semakin mahal, hal ini disebabkan karena kebutuhan dan permintaan akan bangunan rumah sema...
-
BAB I PENGERTIAN DAN OBYEK KAJIAN ILMU FIQIH Tinjauan Mata Kuliah 1. Satuan Bahasan a. Pengertian Ilmu Fiqih b. O...
-
Berdasarkan hasil penelitan yang dipimpin Kitae Sohn terungkap bahwa pasangan suami tinggi dan istri pendek ternyata paling bahagia. Hal it...
-
Arti Nama NiswarKullah Berikut adalah Arti Nama Niswar Kullah berdasarkan metode Pythagoras. Metode ini bukanlah mengartikan nama berdasark...
-
BAB II SEJARAH DAN SUMBER ILMU FIQIH Tinjauan Mata Kuliah 1. Satuan Bahasan a. Sejarah Perkembagan Ilmu Fiqih b. ...
-
______ Dalam bulan ramadhan kedua amalan ini adalah sangat penting sebab bulan ramadhan sendiri diantara namanya disebut sebagai “Syahrul ...
-
Merancang Lembar Penugasan (TOR) Oleh P. Hasudungan Sirait Sajian berita di media massa kita selama ini boleh kita katakan cenderung cua...
-
Bismillahirrahmanirrahim IyyanaE passaleng majeppu tau lolongengi pakkamase ri sEsEna Allahu Ta'ala : *Seuwwani : Nabokori lino naoloi...
-
By Niswar Khoellah Jadi begini, tulisan ini muncul pas kemaren ketemu temas SMA. Dia curhat kenapa masih jomblo sampe sekarang, lama bange...
-
Saat hari perhitungan amal nanti pada hari kiamat nanti, hal yang pertama kalinya akan dihisab yakni shalat. Hal semacam ini berikan demiki...
Blogger templates
Labels
Labels
Archive
-
▼
2018
(36)
-
▼
September
(8)
- Apa itu Akun Smurf dan Pengertiannya - FREE FIRE -...
- Perhitungan Membangun Rumah dengan Biaya 80 juta -...
- Tak Ingin Miskin Di Usia 40? Pastikan "15 Hal" Ini...
- BERITA GEMBIRA UNTUK ORANG SAKIT
- CARA MUDAH AGAR CADAR DITERIMA MASYARAKAT!
- download Google Camera tanpa root terbaru 2018 -- ...
- Makalah | Produksi dan Industri Media “Radio” Jur...
- “ Defenisi, Kekhususan dan Departement Public Rel...
-
▼
September
(8)



0 komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.