Kamis, 20 September 2018

Makalah | Produksi dan Industri Media “Radio” Jurnalistik A UINAM



KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga Tugas produksi dan Iidustri media  ini dapat terselesaikan dengan baik, dan kini tengah berada di depan pembaca sekalian.
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan kepada pembaca mengenai sejarah media radio, serta apa saja yang termasuk bagian dari sejarah radio
Makalah ini tentu dapat terselesaikan dengan baik berkat bantuan dari pihak lain juga. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen yang bersangkutan ibu hartina sanusi selaku pengampu mata kuliah produksi dan industri media
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk semua pihak. Selain itu, penulis berharap agar pembaca tidak sungkan memberi masukan berupa kritik dan saran yang membangun, karena penulis sadari bahwa makalah ini masih belum sempurna.



Gowa, 29 Maret 2018























A. Pendahuluan
Di zaman yang semakin canggih, dimana pemanfaatan teknologi dan informasi menjadi sebuah keharusan dan kebutuhan, manusia dituntut untuk mampu beradaptasi dengan segala perubahannya. Dalam kehidupan, manusia tidak lepas dari proses komunikasi, yaitu sebuah proses saling bertukar informasi atau berita yang berjalan lancar dan terus menerus.
Komunikasi berasal dari bahasa Latin : Communis = sama (common) yang berarti kita mengupayakan suatu kesamaan (commoness) persepsi dengan orang lain. Dalam berkomunikasi, telah banyak manusia yang menggunakan teknologi komunikasi. Yaitu  perangkat dan sistem hasil rekayasa manusia yang digunakan sebagai media transmisi atau medium untuk menyampaikan pesan, opini atau gagasan kepada orang lain atau khalayak. Beberapa contoh yang bisa dikatakan sebagai teknologi komunikasi adalah radio, televisi, telepon, fax, komputer, internet.
Dalam Blog ini, akan dibahas lebih rinci mengenai kemajuan elektronik untuk kebutuhan komunikasi, khususnya pada media radio. Bagaimana radio menjadi salah satu bentuk teknologi komunikasi yang setiap perkembangannya memberikan pengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan komunikasi manusia.
B. Pembahasan
a. Definisi Radio
Pengertian “Radio” menurut ensiklopedi Indonesia yaitu penyampaian informasi dengan pemanfaatan gelombang elektromagnetik bebas yang memiliki frequensi kurang dari 300 GHz (panjang gelombang lebih besar dari 1 mm). Menurut Versi Undang-undang Penyiaran no 32/2002 : kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran, yang dilakukan secara teratur dan berkesinambungan.
Radio adalah alat pengubah sinyal, dengan perangkat yang terdiri dari gelombang elektromagnetik dengan frekuensi dibawah kecepatan cahaya. Radiasi elektromagnetik ini dapat mengalir di udara bebas maupun dalam ruang hampa udara. Radio mempunyai perangkat yang dapat mengubah gelombang tadi menjadi suara maupun sinyal – sinyal lain yang membawa informasi.
b. Sejarah radio

Asal mula adanya sebuah radio didasari oleh sebuah penemuan di bidang fisika. Michael Faraday, seorang ahli fisika Inggris telah mendapatkan temuan di bidang ilmu kelistrikan, antara lain induksi elektomagnet dan formulasi rumus-rumus fisika mengenai induksi listrik dan magnet.
Pada tahun 1873, James Clark Maxwell, seorang ahli Astronomi fisika Skotlandia mempunyai penemuan ilmiah tentang adanya gelombang elektromagnetik yang merambat pada percepatan cahaya. Pada 1878 David E. Hughes adalah orang pertama yang mengirimkan dan menerima gelombang radio ketika dia menemukan bahwa keseimbangan induksinya menyebabkan gangguan ketelepon buatannya. Dia mendemonstrasikan penemuannya kepada Royal Society pada 1880 tapi hal itu dikatakan hanya merupakan induksi.
Antara 1886 dan 1888, Heinrich Rudolf Hertz, seorang ahli fisika Jerman pertama kali membuktikan teori Maxwell melalui eksperimen. Ia memperagakan bahwa radiasi radio memiliki seluruh properti gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian). Ia juga membuat gelombang radio dan berhasil memancarkan sampai jarak 200 meter. Dengan peralatan laboratorium yang sederhana, Hertz telah berhasil memformulasikan rumus penghitungan panjang gelombang dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan ke persamaan turunan partial disebut persamaan gelombang.
Di dalam rumusnya Ia membuktikan bahwa gelombang radio tersebut dapat dipantulkan, direfraksi, dan dipolarisasikan seperti halnya dengan sinar cahaya. DalaDalam percobaannya, Hertz membuat suatu spark-gap transmitter, antena pengarah dan suatu rangkaian resonator untuk menangkap kembali gelombang radio yang dipancarkan tersebut. Penemuan fisika dasar ini pada gilirannya akan menjadi titik tolak pengembangan praktis di lapangan yang berupa radio komunikasi untuk tujuan penggunaannya dalam  meningkatkan kesejahteraan hidup manusia.
Pada awal tahun 1890-an seorang Itali bernama Gugielmo Marconi mempelajari ilmu-ilmu dasar temuan para ilmuan tersebut dan berusaha mengembangkan dan menerapkannya sehingga dapat berguna secara langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dengan menciptakan inovasi-inovasi atas dasar peralatan yang diciptakan oleh Hertz, Marconi telah berhasil meningkatkan jarak pancaran gelombang elektromagnetik dan mengisinya dengan informasi. Sehingga peralatan transmitter dan receiver ciptaan Marconi tersebut mampu menransfer informasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa kawat, inilah awal dari komunikasi radio.
Selama ini Guglielmo Marconi dianggap sebagai penemu radio. Padahal sebenarnya banyak orang berperan dalam pengembangannya. Meski uji coba siaran radio pertama kali dilakukan tahun 1910, siaran radio sebenarnya di banyak negara baru dimulai pada tahun 1920.Sejarah radio mengalami revolusi yang sangat panjang sehingga melibatkan banyak ilmuwan dalam p roses penyempurnaan radio hingga saat ini. Berawal pada tahun 1893, Nikola Tesla mendemonstrasikan prinsip dasar cara kerja ‘wireless’ kemudian Temistocle Calzecchi-Onesti mengembangkan cara kerja tersebut dengan penerima gelombang magnetic dalam bentuk alat berupa tabung yang berisi elemen – elemen besi.
Tahap demi tahap eksperimen penyempurnaan penerjemah gelombang telah dilakukan hingga pada akhirnya Guglielmo Marconi dianugrahi penghargaaan hak cipta oleh negara inggris pada tahun 1896 dalam hal pengembangan teknologi signal transmitter. Pada tahun 1897, dibukalah stasiun radio pertama di dunia yang bertempat di isle, Inggris. Awalnya jangkauan radio sangatlah terbatas, hanya 500 miles, namun pada tahun 1901 Marconi berhasil menyempurnakan kekuatan jangkauan gelombang radio hingga mencapai jarak 2000 miles, untuk itu ia pun mendapatkan banyak penghargaan atas penemuannya yang sangat membantu perkembangan komunikasi dunia.

Perkembangan penyiaran radio di Indonesia diawali pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1925 oleh Prof. Komans dan Dr. De Groot yang berhasil melakukan komunikasi radio dengan menggunakan stasiun relai di Malabar, Jawa Barat. Peristiwa ini kemudian diikuti dengan berdirinya Batavia Radio Vereniging dan NIROM. Penyiaran radio di Indonesia dimulai dengan berkembangnya radio amatir yang menggunakan perangkat pemancar radio sederhana yang mudah dirakit. Tahun 1945, Gunawan berhasil menyiarkan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan perangkat pemancar radio sederhana buatan sendiri. Pada tahun 1966, mengudara radio Ampera yang merupakan sarana perjuangan kesatuan-kesatuan aksi dalam perjuangan orde baru. Pada tanggal 11 September 1945, rapat yang dihadiri oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang sepakat mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI). Rapat juga sepakat memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama.




c. Kinerja dan Aspek Teknologi
Sebelum adanya bahasa tulisan, orang-orang bernyanyi untuk menceritakan dan berbagi sesuatu. Setelah teknologi cetak mulai berkembang, nyanyian dan cerita itu mulai ditulis dengan notasi dan lambang-lambang maupun symbol. Pada akhirnya, Thomas Edison memperkenalkan the speaking phonograph pada tahun 1877. Dapat dikatakan bahwa inilah cikal bakal dimana Marconi pada tahun 1896 menciptakan radio transmitter dan mulai untuk membisniskan radio. Penemuan teknologi terbaru menjadikan radio mempunyai banyak kegunaan. Di tahun 1906, Lee De Forest menemukan “vacuum tube” yang berguna untuk transmisi radio dan menerima suara dan musik.
Karya cipta merconi ditransformasikan oleh Reginald Audbrey Fessenden dengan radio wireless (tanpa kabel). “Fessenden’s experiment in 1906 is considered the world’s first voice and music broarcast”. Tokoh lain adalah Lee Dee Forrest, dia menyebut dirinya sebagai bapak radio karena pada tahun 1907 ia menemukan alat audio untuk mendeteksi radio wireless. Selain itu ia menjadi seorang penemu. Ia yang pertama kali memperkenalkan Broadcast (siaran radio) . Pada tahun 1910 ia menyiarkan lagi Enrico Caruso di Metropolitan Opera Hause. Dan itulah yang menjadi pondasi dari penyiaran radio modern.
Tahun 1912 David Sarnoff menyiarkan berita dari Nantucket Island, Massacussets bahwa ia telah menerima panggilan darurat dari kapal titanic. Empat tahun kemudian ketika ia bekerja di Marconi Company di New York, dia menulis catatan kecil tentang prediksi radio masa depan meskipun pada tahun 1916 prediksinya selalu ditolak. Isi dari catatan kecil tersebut adalah perubahan bentuk radio menjadi “radio music box”. Tapi akhirnya, ia menjabat menjadi menejer pemasaran dari RCA, Sarnoff dapat melihat bahwa prediksi itu menjadi nyata. Awalnya perusahaan radio tidak memberikan royalty kepada Composers, Authors, and Publishers (ASCAP) jika lagu mereka disiarkan. Karena perusahaan fakir, ASCAP sudah mendapatkan ketenarannya. Pada tahun 1923 ASCAP menuntut royalty dari pihak radio jika lagu mereka disiarkan. Mereka harus membayar 250 dolar selama satu tahun. Radio tidak akan hidup jika musik tak ada, maka pemilik stasiun radio itupun menyetujui untuk membayar radio tersebut.
 Kemajuan Elektronik Radio Untuk Kebutuhan Komunikasi
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa manusia tidak akan lepas dari proses komunikasi. Dimana terjadi pertukaran informasi yang dilakukan secara terus menerus agar kehidupan menjadi seimbang. Pada dasarnya, komunikasi manusia membutuhkan media sebagai penghubung dalam menyampaikan pesan. Di era teknologi saat ini, manusia mulai menggunakan produk teknologi sebagai penyampai maupun perantara pesan, diantaranya radio. Melalui radio, manusia mampu menerima maupun menyampaikan pesan, baik berupa berita sebagai informasi, lagu sebagai hiburan, maupun dalam bentuk lainnya.
Dalam telekomunikasi, komunikasi radio dua-arah melewati Atlantik pertama terjadi pada 25 Juli 1920. Tidak begitu saja manusia dengan mudah menggunakan media radio sebagai media penyampai maupun penerima komunikasi. Berbagai penemuan dan percobaan dilakukan para tokoh sebagaimana yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, yang pada akhirnya berhasil dilakukan komunikasi radio pertama kalinya.
Dalam buku media impact karya Shirley Biagi menyatakan bahwa:
58 percent of america’s bedrooms have radios and and 78 percent o all homes have battery-operated radios.
44 percent of American listen  to the radio sometimes between midnight and 6 A.M
7 percent of america’s bathrooms have radios.
95 percent of America’s cars have radios.
Hal ini membuktikan bahwa, posisi radio tak kalah penting di masyarakat. Masyarakat masih menerima dan membutuhkan berbagai informasi dari radio.
Pada awal adanya komunikasi radio, radio digunakan sebagai penyebar informasi. Pada masa peperangan pun radio juga digunakan sebagai alat penyampai informasi dalam bentuk propaganda-propaganda. Zaman yang terus berubah dan perembangan teknologi semakin meningkat mempengaruhi akan kemajuan radio sebagai alat komunikasi. Masyarakat bukan hanya membutuhkan informasi, tapi juga hiburan dalam bentuk musik, humor atau apapun. Hal itulah yang kemudian melatarbelakangi perubahan maupun perkembangan bentuk ataupun jenis radio. Radio tidak lagi berbentuk kotak besar berat yang sulit dibawa. Perkembangan radio yang didasari kebutuhan masyarakat kini terdapat dalam bentuk telepon seluler, MP3, MP4, IPod, atau yang lainya, bahkan dalam bentuk web radio pun sudah semakin marak.
Berawal dari kemajuan alat perekam yang pada akhirnya dikolaborasikan dengan teknologi radio, saat ini sudah banyak bentuk canggih radio yang juga memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berkomunikasi.
Alat perekam suara pertama yaitu Phonoautograph penemuan Leon Scott telah ada sebelum Phonograph penemuan Thomas Alpha Edison yang digunakan untuk mempelajari gelombang suara pada tahun 1857. Namun alat tersebut tidak digunakan untuk mereproduksi hasil rekaman tersebut. Phonograph diciptakan seiring dengan pengembangan perangkat telepon pada tahun 1870-an dan pada saat itulah Edison mendapat ide untuk mencetak pesan telepon di atas kertas berlapis wax manggunakan alat elektromagnetik. Setelah penemuan tersebut, bermunculan alat perekam lain seperti Graphophone dan perusahaan lain yang membuatnya. Para ilmuwan meyakini bahwa alat tersebut dibuat pada 9 April 1860 oleh ilmuwan Perancis, Edouard-Leon Scott de Martinville.
Pada tahun 1894, Emir Berliner mencetuskan ide untuk mencetak suara di atas piringan dan bukan silinder dengan alas an lebih mudah direproduksi. Ide piringan inilah yang berkembang menjadi disc yang kita kenal sekarang ini.
Phonograph, graphophone dan alat perekam lainnya adalah alat mekanik sampai tahun 1920 dikembangkan player dengan built in speaker yang mengizinkan pemutaran hasil rekaman dapat lebih keras suaranya. Hingga akhir perang dunia II, phonograph atau dikenal juga dengan gramaphone adalah satu-satunya alat perekam dan playback yang umum digunakan, tetapi zaman sudah mulai berubah. Hollywood mulai mengambil peranan dalam perkembangan rekaman dengan menggunakan suara di film.
Tape Recording
Pada akhirnya, pengembangan tape recording yang menggantikan phonograph, karena lebih mudah dan biayanya yang lebih terjangkau. Tape mulai populer tahun 1950-an. Perkembangan tape recorder ini membawa perubahan yang pesat dalam membuat musik. Karena dengan tape, proses edit menjadi lebih mudah, pemberian efek fade in dan fade out bisa dilakukan. Jika sebelumnya seorang artis harus membawakan lagu dengan sempurna saat direkam, dengan adanya tape recording, proses penambalan dan edit yang lebih mudah, berbagai kesalahan dapat diperbaiki dengan mudah.
Multitrack Recording
Pada tahun 1940-an mulainya eksperimen dengan menggunakan multitrack recording yang terus berkembang menjadi lebih rumit hingga tahun 1960-an. Dengan adanya multitrack recording, teknik merekam dengan memisahkan grup artis dapat dilakukan. Efek lain yang ditimbulkan oleh multitrack recording ini adalah munculnya suara stereo. Para insiyur suara pada tahun 1930-an mulai bereksperimen dengan merekam menggunakan 2 microphone, 2 amplifier, dan 2 speaker yang menyebabkan efek aural yang menyenangkanPada tahun 1960-an, 8 track player yang biasa diasosiasikan dengan player untuk mobil menjadi sangat popler namun segera mati dan digantikan oleh kaset.
Tahun 1963 Philips mengenalkan Compact audio cassette atau yang lebih kita kenal sebagai kaset sebagi media penimpan audio baru. Perusahaan yang berbasis di Eindoven Belanda ini baru menjual massal penemuan mereka ini pada tahun 1965, kemudian pada tahun 1971, Advent Corporation memperkenalkan Model 201 tape deck yang merupakan ibu dari tape yang selama ini kita kenal. Dalam perkembangan berikutnya pada awal dekade 1980-an lahirlah Walkman yang dibuat oleh perusahaan elektronik dari Jepang yaitu Sony. Perusahaan ini membuat alat pemutar kaset portable yang ukurannya tak lebih dari ukuran kotak makan.
Digital Recording
Mulai tahun 1980-an teknologi digital recording mulai berkembang. Tahun 1984 Sony memperkenalkan Compact Disk CD yang berbentuk seperti cakram kecil dengan lubang ditengahnya. Ide dari pembuatan CD ini adalah merampingkan bentuk media penyimpan musik populer selama ini yaitu kaset yang dirasa terlalu besar. Disamping itu pengenalan CD ini juga bertujuan untuk membuat kualitas audio yang dihasilkan menjadi lebih baik selain kepraktisan dalam penyimpanan.
Lahirnya CD kemudian diikuti oleh lahirnya VCD dan DVD yang dapat menyimpan bentuk visual bergerak selain dapat menyimpan bentuk audio. Lahirnya CD dan perkembangannya tidak dapat dipungkiri merupakan awal dari revolusi musik digital karena data-data yang disimpan dalam CD adalah data-data audio dalam format digital. Dan pada tahun 1990-an, budaya rekaman sudah mencapai era yang sangat berubah dari budaya awal. Dengan segala kemudahan menggunakan peralatan multimedia, dengan semuanya sudah berupa filedigital, hobbyist dan pemakai komputer biasa sudah bisa merekam dan mengedit materi digital dan me-mixingnya. Musical Instrument Digital Interface (MIDI) juga mengubah bagaimana musik dibuat. Format Audio Digital sendiri banyak sekali macamnya, seperti WAV, AAC, WMA, Ogg Vorbis, Real Audio, MIDI dan tentu saja yang paling populer adalah MP3.
MP3 yang secara teknis disebut MPEG 1 Audio Layer3 lahir dari kerjasama antara tim dari Fraunhofer Institute Jerman dan Digital Audio Broadcasting (DBA). Proyek mereka ini diberi nama EUREKA EU147. Kerjasama yang dimulai pada tahun 1985 ini ide besarnya adalah membuat format audio yang serealistik mungkin dengan ukuran file yang sekecil mungkin. Tim yang diketuai oleh Profesor Dieter Seitzer dan Profesor Heinz Gerhauser akhirnya menemukan algoritma yang dapat menangkap berkas suara yang tidak tertangkap telinga. Berkas suara ini sendiri dapat dimampatkan sebesar 1/10 dari ukuran semula. Algoritma yang bernama ISO-MPEG Audio Layer-3 (IS 11172-3 dan IS13818-3) ini kemudian distandarisasi secara global dengan Moving Picture Experts Group (MPEG) agar dapat diterima secara internasional.
Ditahun 1995 tim dari Fraunhofer Institute Jerman membuat Wimplay yang merupakan pemutar musik versi Windows yang bisa memecah algoritma MP3 sehingga dapat dinikmati secara realtime. Wimplay inilah yang menjadi cikal bakal Media player yang terdapat di Personal Computer.Dalam perkembangannya berikutnya lahirlah iPOD yang merupakan pemutar MP3 portable yang digagas oleh Steve Jobs yang merupakan CEO Apple inc.
Maksud didirikannya Radio adalah untuk menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat yang menjadi wilayah jangkauan penyiaran Radio Sedangkan tujuan didirikannya Radio adalah :
Untuk menumbuhkan dan mengembangkan semangat berbudaya dalam diri masyarakat;
Untuk meningkatkan pemberdayaan seluruh potensi yang ada sehingga akan mampu mendorong percepatan perubahan kearah yang lebih maju;
Untuk membantu kegiatan masyarakat dalam berbagai sektor seperti kegiatan bidang ekonomi, sosial, budaya, informasi, dan lain-lain;
Sebagai media pembelajaran dan ajang pendidikan masyarakat dalam kehidupan bernegara, berdemokrasi dan bermasyarakat sehingga tatanan, kemajuan pola pikir, serta dinamika kehidupan akan tertanam dengan lebih mapan dalam diri masyarakat;
Untuk memacu percepatan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan demokrasi rakyat.

 Rating
Rating merupakan hal yang penting karena pemasang iklan selalu mencari stasiun penyiaran atau program siaran yang paling banyak ditonton atau di dengar orang. Keberhasilan penjualan barang dan jasa melalui iklan sebagian besar ditentukan oleh banyaknya audien yang dimiliki suatu program. Rating menjadi indicator apakah program itu memiliki audien atau tidak. Rating menjadi perhatian pula bagi pemasang iklan yang ingin mempromosikan produk atau jasanya. Riset rating meneliti efektivitas program pada saat ditayangkan di stasiun penyiaran. Riset rating pada dasarnya meneliti tindakan audien terhadap pesawat oenerima televise atau radio. Jika dibandingkan dengan riset non-rating yang lebih bersifat kualitatif, maka riset rating sangat mengandalkan perhitungan kuantitatif. Riset rating jelas lebih rumit daripada riseng non-rating. Maka ada beberapa factor yang harus diperhatikan yaitu :
Wilayah Siaran
Pemerintah suatu negara harus dapat menciptakan suatu sistem penyiaran nasional yang memiliki batas-batas wilayah siaran yang tegas dan menghindari terjadinya tumpang tindih siaran.
Unit Perhitungan
Penghitungan jumlah audien berdasarkan jumlah rumah tangga pada suatu wilayah merupakan cara perhitungan yang lebih mudah dibandingkan dengan perhitungan berdasarkan jumlah orang.
Konsep Rating
Pengelola stasiun penyiaran pada umumnya sangat peduli pada rating dari suatu program yang ditayangkan di stasiun penyiarannya.
Riset dalam penyiaran radio menerapkan sampel atas tiga aspek penelitian yang meliputi :
Sempel perilaku
Rangkaian tindakan menghidupkan pesawat televisi, memilih stasiun televisi, dan mematikan stasiun televisi.

Sampel waktu

Bentuk penyederhanaan yang dilakukan peneliti berdasarkan kenyataan bahwa program siaran ditayangkan berdasarkan waktu yang teratur setiap harinya atau setiap minggunya.

Sampel orang
Pemilihan beberapa ratus orang atau beberapa ribu orang untuk mewakili pilihan program dari beberapa ratus ribu atau bahkan jutaan orang.
Peneliti yang tertarik untuk melakukan riset radio harus memahami dua hal :
Daya tarik dari setiap format siaran
Efektivitas biaya berbagai format.
Tahapan pekerjaan yang harus dilakukan dalam penelitian audien radio adalah sebagai berikut:
Informasi demografis
Gaya hidup
Penjualan kaset/CD


Peneliti juga harus mengumpulkan informasi menyeluruh mengenai stasiun radio saingan yang meliputi data-data :
Program apa saja yang disiarkan stasiun radio lain
Rating dari seluruh stasiun radio
Daya jangkau siaean dari setiap stasiun radio
Jenis riset radio :
Format siaran
Pilihan music
Campuran music
Music yang ditinggalkan

Maka dari itu Sebelum memproduksi suatu program, harus dipahami :
SIFAT MEDIA RADIO : auditif, sekilas, dsb....
FORMAT STASIUN : News & Talk, Music & informasi, Khusus, 
Campuran
SEGMENTASI AUDIENCE : geografis, psikografis, sosiologis,
demografis, dsb...
POSITIONING : Penanaman citra lembaga > tagline “Pro2 Jogja,
ajang kreativitas anak muda Jogja”
FORMAT PROGRAM/PENYAJIAN PROGRAM :
DIALOG, TALKSHOW, DRAMA/SANDIWARA, URAIAN, MONOLOG, FEATURE, MAGAZINE / MAJALAH UDARA, VARIETY SHOW, PAGELARAN, CHART MUSIC, KUIS, KABARET (PANGGUNG), REQUEST, RADIO SPOT/SLIDE  AUDIO, BIAYA, TEKNOLOGI /SARANA PRASARANA YANG TERSEDIA, SDM.

MANAJEMEN PRODUKSI SIARAN RADIO
Kebebasan berekspresi untuk menciptakan program produksi siaran radio memberikan peluang untuk memunculkan ide-ide kreatif, sehingga suatu program/acara siaran lebih beragam dan dapat dikemas secara baik. Dalam dunia kerdioan katagori program acara siaran sangat banyak dan beragam.

Definisi
Manajemen produksi siaran radio merupakan suatu proses dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, presentasi dan evaluasi suatu program siaran. Dalam siaran radio dikenal berbagai format siaran yang menjadi panduan bagi penyelenggara siaran untuk meemproduksi acara siaran.

Produksi siaran radio bertujuan:
Meningkatkan pengetahuan secara teoritis dan kreatif dalam produksi acara siaran di radio.
Meningkatkan ketrampilan dan profesionalitas dalam bidang produksi acara siaran di radio.
Menumbuhkan semangat dan motivasi untuk terus belajar serta mengikuti perkembangan dunia penyaran dalam produksi acara siaran radio.

Format Siaran
Dalam siaran radio dikenal berbagai bentuk/format siaran yang menjadi panduan bagi penyelenggara siaran untuk memproduksi acara siaran. Bentuk-bentuk siaran yang teradapat dalam saiaran radio antara lain:

Uraian
Uraian radio (straight talk) adalah penyampaian informasi atau pendapat secara langsung yang menyangkut suatu permasalahan secara singkat dengan mengetengahkan satu topic saja yang disampaikan oleh satu orang, misalnya uraian tentang perlindungan tenaga kerja.
Berita
Berita adalah informasi baru mengenai peristiwa penting yang baru terjadi yang ada pengaruhnya dan menarik bagi pendengarnya.
Majalah Udara
Majalah Udara (Magazine Program) adalah bentuk acara siaran yang megetengahkan berbagai pokok permaslahan dirangkum dalam satu tema. Contoh: topik-topik tentang seks komersial, anak kecil ber-IQ tinggi, perdagangan manusia, penebangan liar, pengembang perumahan dan geothermal hingga lumpur Lapindo dapat dirangkai menjadi sebuah majalah udara.

Feature
Feature adalah bentuk acara siaran yang mengupas satu pokok permasalahan ditinjau dari beberapa segi dan digali secara mendalam sehingga pada akhir siaran dapat diperoleh gambaran lengkap tentang topic yang dibahas, contoh topik tentang pelestarian lingkungan hidup. Penguarainya hanya terarah pada cara-cara melestarikan lingkungan yang disajikan secara bervariasi melalui perpaduan berbagai unsure, seperti statement, wawancara, dialog, maupun sandiwara singkat.
Drama/Sandiwara Radio
Drama radio adalah konflik antara pelaku yang terangkai dalam satu alur cerita. Penulisan drama radio menyangkut tiga aspek, yaitu: aspek kejiwaan, sosial, dan aspek kesusasteraan. Drama radio merupakan rangkaian padu dari unsure kata, music, dan sound effect.
Radio Spot dan Slide Audio
Radio spot adalah suatu penyampaian pesan secara singkat dan dapat langsung pada pokok permasalahan yang dapat disampaikan oleh satu atau dua orang pembawa siaran. Radio spot dan slide radio juga merupakan perpaduan kata, music, dan sound effect.
Phone in Program
Acara ini melibatkan pendengar secara langsung dalam siaran melalui sarana telepon. Pendengar yang ikut serta dalam acara ini dapat bersifat spontan dan dapat pula dipersiapkan terlebih dahulu. Yang bersifat spontan misalnya acara ringan seperti pilihan pendengar. Sedangkan yang berat seperti diskusi biasanya dipersiapkan, peserta yang ikut dalam diskusi memastikan benar benar siap beberapa saat di pesawat telepon pada saat siaran.
Report News
Siaran fakta, peristiwa dan kegiatan diolah dan disampaikan dengan gaya wibawa.
Adlibs
Monolog tanpa ditulis/ditulis, disampaikan secara spontan dengan gaya santai.
Pemilihan Materi
Materi atau bahan siaran harus benar-benar sesuai dengan tujuan acara atau sasaran pendengarnya, misalnya dalam acara yang ditujukan untuk masyarakat desa, kurang tepat jika materi yang disajikan menyangkut perkembangan suatu kota. Materi siaran hendaknya menimbulkan kejelasan bagi pendengar, mendukung ataumelawan kebijaksanaan pemerintah. Matri siaran hendaknya tidak menimbulkan kekerasan dalam masyarakat ataumenimbulkan pertentangan (polemik). Materi siaran hendaknya dipilih dengan memperhatikan kepentingan dan ketenteram umum.

Penyajian Acara
Penyajian acara menyangkut dua hal pokok, yaitu pengelempokan acara dalam slot-slot (block), jam siaran serta penyajian oleh penyiar/pembawa/artis. Pengelompokan acara dalam jam siaran dilakukan melalui tiga acara: yakni blocking system, capsul system dan campuran (blocking dan capsul system).
Blocking System adalah kebijaksanaan membagi jam siaran kedalam segmen-segmen (blok). Sebuah blok acara biasanya berdurasi 15, 30, 45, atau 60 menit. Blok acara yang satu dipisahkan dari blok acara yang lain melalui musik pengenal acara, materi, bentuk dan teknik penyampaiannya, misalnya, Dinamika Pagi secara nyata harus dapat dibedakan oleh pendengar dari acara Jelita, yang disiarkan sebagai blok acara berikutnya. Setiap blok sedapat mungkin dibawakan oleh penyiar yang berbeda, dengan demikian segmentasi siaran dapat dibedakan dengan jelas.

Capsul System adalah penyampaian acara secara terbuka dengan menyisipkan kapsul kapsul diantara musik/lagu yang disiarkan. Yang dimaksud dengan kapsul adalah keterangan informasi atau statement singkat (30 detik), baik dari orang/tokoh tertentu atau penyiar mengenai hal umum (current affairs) yang menarik dan sedang terjadi pada saat itu atau akan terjadi pada hari berikutnya). Dalam sistem kapsul dari seorang penyiar diperlukan:
Kepekaan terhadap peristiwa yang sedang berlangsung pada hari bertugas atau pada kejadian-kejadian sehari sebelumnya/sesudahnya.
Kemampuan untuk menghimpun dan menyampaikan hal-hal menarik pada hari itu.
Kelancaran berbiacara dan kemampuan menyampaikan gagasan secara adlip (tanpa naskah), teratur, dan pragmatis.
Penguasaan istilah, kata dan padanan kata yang memadai.


KUNCI KEBERHASILAN PROGRAM
1. Program yang berbeda dengan radio lain
2. Program yang berorientasi pada audience
3. Program yang memiliki kedekatan dengan audience /proximity
    (geografis – psikologis)
4. Program yang dijalankan secara konsisten
5. Program yang menjangkau massal dengan penyampaian personal
    (akrab)
6. Program yang penting dan bermanfaat bagi audience
7. Program yang memiliki deskripsi yang logis

KONSEP PRODUKSI ACARA RADIO
Produksi siaran radio mengandung beberapa kekuatan utama media, antara lain :
Sebagai kekuatan sosial
Dalam pembuatan programnya bisa mengandung hubungan kepentingan yang baik maupun kepentingan yang buruk bagi masyarakat. Acara-acara yang ditawarkan oleh penyiaran radio biasanya mencerminkan ”need and wants” yang bernilai bagi masyarakat.
Sebagai alat penting media periklanan
Dalam penyiaran radio, yang memiliki kemampuan untuk meyakinkan pendengar, mengandung tujuan agar masyarakat mendengarkan promosi produk sehingga berdampak pada penjualan produk tersebut. Karena itu, perkembangan penyiaran radio masa kini, lebih berorientasi kepada industri penyiaran yang menghasilkan atau mendapatkan uang.
Sebagai sumber informasi
Penyiaran radio juga berfungsi sebagai sumber informasi utama untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain hiburan atau musik, acara berita atau informasi adalah jenis program yang disukai oleh masyarakat.
Secara etika, memang radio memiliki kelebihan dengan koran –”jika stasiun radio menyiarkan berita atau informasi yang menarik dan disukai oleh pendengar, hal ini bisa digunakan sebagai alat untuk meningkatkan jumlah nilai jual bagi stasiun penyiaran radio yang bersangkutan.”
Format Audiens

A.   Program Radio
Tingkat persaingan stasiun radio di kota-kota besar dewasa ini cukup tinggi dalam merebut perhatian audien. Program radio harus benar dikemas sedemikian rupa agar menarik perhatian dan dapat      diikuti sebanyak mungkin orang. Jumlah stasiun radio yang semakin banyak mengharuskan pengelola stasiun untuk semakin jeli membidik audennya.setiap produksi program harus mengacu pada kebutuhan audien yang menjadi target staasiun radio. Hal ini pada akhirnya menentukan format stasiun penyiaran yang harus dipilih.
Pringle- Star-McCavvit (1991), menjelaskan bahwa: The programming of most station is dominetef by one principal content elementor sound, known as format ( program sebagian besar stasiun radio didominasi oleh satu elemen isi atau suara yang utama yang dikenal format). Dalam kalimat lain dapat dikatakan bahwa format adalah penyajian program dan musikyang memiliki ciri-ciri tertentu stasiun radio. Secara lebih sederhana dapat dikatakan format stasiun penyiaran atau format siaran radio dapat didefinisikan sebagai upaya pengelola stasiun radio untuk memproduksi program siaran yang dapat memenuhi kebutuhan audiennya.
Setiap progran siaran harus mengacu pada pilihan format siaran tertentu seiring makin banyaknya stasiun penyiaran dan makin tersegmennya audien. Format siaran diwujudkan dalam bentuk prinip-pinsip dasar tentang apa, untuk siapa dan bagaimana proses pengolahan suatu siaran hingga dapat diterima audien. Ruang lngkup format siaran tidak saja menentukan bagaimana mengelola program siaran(programming) tetapi juga bagaiman memasarkan siaran itu (marketting).
Untuk sebuah stasin radio baru amat penting untuk mementukan format siaran sebelum memulai kegiatan siaran. Proses penentuan format dimulai dari penentuan visi dan misi yang ingin dicapai, pemahaman tentang pendengar yang dituju melalui riset lmiah untuk mengetahui apa kebutuhan dan bagaimana prilaku sosiologis-psikologis mereka. Dari sisi ditentukan format siaran apa yang relevan beserta implementasinya pada wilaah program dan pemasaran.
Tujan penentuan format siaran adalah untuk memenuhi sasaran khalayak secara spesifik dan untuk kesiapan berkompetisi dengan media lainnya di suatu lokasi siaran. Format siaran lahir dan berkembang seiring dengan tuntutan spesialisasi siaran akibat maraknya pendirian stasiun radio. Format siaran dapat ditentkan dari berbagai aspek, misalnya aspek demografi audien seperti kelompok umur, jenis kelamin, profesi, hingga geografi. Berdasarkan pembagian tersebut, maka muncullah stasiun penyiaran berdasrakan kebutuhan kelompok terentu.
Pada suatu stasiun radio terdapaat beberapa format, misalnya radio anak-anak, remaja, muda, dewasa dan tua. Berdasarkan profesi, prilaku atau gaya hidup ada radio berformat: profesional, intelektual, petani, buruh, mahasiswa, nelayan dan sebagainya. Menurut Joshep Dominick (2001) format stasiun penyiaran radio ketika diterjamahkan dalam kegiatan siaran harus tampil dalam empat wilayah, yaitu:


Kepribadian (personality) penyar atau reporter
Pilihan musik dan lagu
Pilihan musik dan gaya bertutur (talk); dan
Spot atau kemasan iklan, jinggel dan bentuk-bentuk promosi acara radio lainnya.
Dalam sejarah perkembangan radio, terdapat lebih dari  100 format siaran. Terdapat sedikitnya 10 format siaran yang populer, tertua dan melahirkan urunan (derivasi) format siaran selanjutnya. Peringkat format ini sering berfluktuasi seiring makin maraknya bisnis penyiaran radio.
Michael C. Keith (1987)m kemudian menyusun karakteristik empat format siaran utama yang populer di dunia sebagai berikut:
Adult Contaporary (AC)
Untk kaum muda dan dewasa dengan rentang umur sangat luas antara 25-50 tahun, berdaya beli tinggi, menyiarkan musik pop masa kini, softtrock, balada. Menyiarkan berita olahraga, ekonomi, politik. Format ini berkembang pula kedalam format lain seperti Middle of the road, album oriental, rock dan easy listening.
Contemporary Hit Radio (CHR) atau top 40 radio
Untuk ABG dan muda belia berumur antara 12-20 tahun. Format yang peling populer berisi lagu-lagu top 40/top 30 dan tips praktis. Sebelum menjadi CHR awalnya disebut Top 40 radio. CHR merupakan radio yang sering memutar 30 rekaman terkini, bukan album lama, tidak memutar ulang sebuah lagu yang sama secara berdekatan, perpindahan antar lagu sangat cepat.
All News/ All Talk
All Talks terlebih dahulu muncul pada tahun 1960 di Los Angels dengan konsep siaran Talk Show interaktif mengupas isu-isu lokal. All News hadir kemudian tahun 1964 dimotori oleh Gordon Mclendon di Chicago dengan konsep berita bulein 20 menit berisi berita lokal, regional, dan dunia. Sasaran radio ini kaum muda dan dewasa berumur 25-50 tahun, berdaya beli tinggi. Berita dan bncang ekonomi politik menjadi primadona.
                      Menurut Pringle-Star-McCavvint (1991), seluruh format stasiun radio itu dapat dikelompokkan  kedalam tiga kelomok besar, yaitu:
Format musik
Format musik adalah format yang paling umum digunakan oleh hampir seluruh stasiun radio komersial. Namun demikian menentukan format musik dari stasiun radio dewasa ini menjadi semakin sulit karena fragmentasi jenis musik yang cenderung semakin beragam sehingga beberapa jenis musik cenderung menjadi mirip satu sama lainnya. Hal ini menyebabkan beberapa stasiun radio menggunakan nama format yang tidak umum.


Format informasi
Format informasi terbagi menjadi dua bagian, yaitu: dominasi berita (all news) dan dominasi perbincangan (all talk atau talk news). Format ketiga adalah kombinasi dari dua format yang pertama yang dinamakan dengan talk news. Format all new, misalnya terdiri atas (berita lokal, regional,nasional, dan internasional), laporan feature, analisis, komentar dan editorial. Target audien format ini adalah pendengar berusia 25 hingga 54 tahun dengan tingkat pendidikan yan baik.
Format khusus
Format khusus (specialty) adalah format yang dikhususkan untuk audiens berdasakan etnis dan agama. Dengan demkian format khusus ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu: format etnik dan format agama.
            Pada umumnya stasiun radio memproduksi sendiri program siarannya. Hal ini menyebabkan stasiun radio hampir-hampir tidak pernah melibatkan pihak-pihak luar dalam proses produksinya. Memproduksi program radio memerlikan kemampuan dan ketrampilan sehingga manghasilkan produksi program yang menarik didengar.

B.   Perencanaan dan Penyajian Program Radio
1.    Perencanaan Program Radio
Sebagaimana dikemukakan Pringle Star dan rekannya mengenai perencanaan program bahwa: Program planning involves the develop ment of short-, medium-,and long range plans to permit the station to attain its programing and financial objectives. Ini berarti perencanaan program mencakup pekerjaan mempersiapkan rencana jangka, pendek, menengah dan jangka panjang yang memungknkan stasiun penyiaran untuk mendapatkan tujuan program dan tujuan keuangannya.
Pada stasiun radio perencanaan program mencakup pemilihan format dan isi program yang dapat menarik dan memuaskan kebutuhan audiens yang terdapat pada suatu segmen audiens berdasarkan demografi tertentu. Perencanaan program radio juga mencakup mencari penyiar yang memiliki kepribadian dan gaya ynag sesuai dengan format yang sudah di pilih stasiun bersangkutan. Perencanaan program biasanya menjadi tanggung jawab menejemen puncak pada stasiun penyiaran, utamanya manajer program dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan menejer pemasaran dan juga menejer umum.
Merencanakan dan memilih program merupakan keputusan bersama antara depertemen program dan departemen pemasaran. Kedua bagian ini harus bahu-membahu menyusun strategi program terbaik. Dalam menjalankan tugasnya bagian program harus mampu melakkan peneltian (riset) terhadap selera audien sebelum membeli suatu program.
          Perencanaan  program pada dasarnya bertujuan memproduksi atau membeli program yang akan ditawarkan kapada pasar audien. Dengan demikian, audien adalah pasar karenanya setiap media penyiaran yang ingin berhasil harus terlebih dahulu memiliki rencana pemasaran strategis yang berfungsi sebagai panduan dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki. Dalam merencanakan suau program siaran ada beberapa hal yang perlu di lakukan, yaitu:
a.   Analisi dan strategi program
     Setrategi pemasaran ditentukan berdasarkan analisis situasi, yaitu suatu studi terinci mengenai kondisi pasar audien yang dihadapi stasiun penyiaran beserta kondisi program yang tersedia. Berdasarkan analisis situasi ini, media penyiaranmencoba memahami pasar audien yang mencakup segmentasi audien dan tingkat persaingan yang ada. Analisis situasi ini terdiri dari:
1)  Analisis peluang
Analisis yang cermat terhadap pasar audien akan memberikan peluang bagi setiap program untuk diterima para pendengar. Peluang pasar program adalah wilayah di mana terdapat kecenderungan permintaan terhadap program tertentu yang menguntungkan, suatu stasiun penyiaran biasanya mengidentifikasi peluang pasar dengan cara memerhatikan pasar audien secara cermat dan memadai jika terdapat kecenderungan kenaikan minat dan juga memerhatikan tingkat kompetisi program yang terdapat pada setiap segmen pasar atau audien.
2)  Analisis kompetitif
Dalam mempersiapkan setrategi dan rencana program harus melakukan analisis secara cermat terhadap persaingan stasiun penyiaran dan persaingan program yang ada pada segmen pasar audien. Salah satu aspek penting dalam perencanaan strategi program dalah meneliti keuntungan kompetitif, yaitu semua hal khusus yang dimliki atau dilakukan stasiun penyiaran yang memeberikannya keunggulan dibandingkan kompetitor.

b.   Bauran program
Media penyiaran sudah barang tentu harus mempertimbangkan  aspek pemasaran ketika merencanakan program siarannya karena program yang di produksi dengan biaya mahal bertujuan agar disukai audien. Salah satu konsep pemasaran penting yang harus dipahami penngelola media penyiaran adalah mengenai bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri atas empat variable penting, yaitu:
Product program, bahwa program adala suatu produk yang ditawarkan kepada audien yang mencakup nama program dan kemasan program.
Price, yaitu harga suatu program yang mencakup biaya produksi program dan biaya yang akan dikenakan kepada pemasang iklan.
Place, yaitu distribusi program yang merupakan proses pengiriman program dari transmisi hingga diterima audien.
Promotion, yaitu proses bagaimana memeberi tahu audien mengenai adanya suatu program sehingga mereka tertarik untuk mendengarnya.
c.   Membuat perencanaan
Perencanaan siaran secara umum melahirkan kebijakan umum tentang bagaimana mengatur alokasi waktu dan materi siaran dalam sehari, seminggu, hingga setahun. Bagian program bertanggung jawab untk mendapatkan program serta menentukan waktu atau jam penyiaran program. Terdapat sejmlah hal yang harus diputuskan dalam perencanaan program yang mencakup dua hal, yaitu: keputusan mengenai target audien dan keputusan mengenai target pendapatan.
Target audien dalam perencanaan program radio difokuskan pada pemilihan format siaran dan program siaran yang dapat menarik dan memuaskan kebutuhan demografi audien. Target pendapatan menurut Peter Pringle dan rekan perencanaan program adalah pengembangan jangka pendek, menengah dan panjang yang memungkinkan stasiun penyiaran ntuk mendapatkan programnya dan keuangannya.
Irwin Starr dan Shelly Markoff, menyatak beberapa hal penting yang perlu diperhatikan setiap pengelola media penyiaran ketika membuat perencanaan program, yaitu:
Berfikir seperti pemirsa, pengelola media penyiaran berada dalam bisnis dengan dua klien yang berbeda, yaitu: pemirsa dan pemasang iklan.
Pengelola media penyiaran harus mampu meyakinkan pemasang iklan bahwa medianya sangatlah efektif untuk memasarkan suatu produk.
Pengelola media harus menganggap waktu siaran bernilai penting setiap detiknya dan harus menggunakan setiap detik itu dengan mendayagunakan kemampuan dalam menjangkau pemirsa.
Pengelola media penyiaran berkompetisi untuk merebut waktu orang lain untuk mau mendengarkan acara yang disuguhkan.
Pengelola media siaran lokal harus pula berfikir secara lokal.

d.   Tujuan program
Terdapat lima tujuan penyiaran program radio yaitu: mendapatkan sebanyak mungkin audien, target audien tertentu, prestise, penghargaan dan kepentingan publik.
e.   Faktor program
Terdapat beberaapa hal yang harus diperhitungkan sebelum memutuskan untuk memproduksi, akuisisi dan skeduling suatu program. Peter Pringle (1991), mengemukakan beberapa faktor penting sebagai berikut:
Persaingan, hal pertama yang perlu diketahui adalah kekuatan dan kelemahan stasiun saingan.
Ketersediaan audien, audien yang ada atau tersedia pada setiap bagian waktu siaran menjadi faktor menentukan yang harus dipertimbangkan secara cermat dalam pemiliha program dan menentukan waktu program.
Kebiasaan audien, bagian program harus memiliki misi untuk menciptkan (habit) menonton secara rutin dalam mendorong keberhasilan suatu program.
Aliran audien, akan lebih mengtungkan jika stasiun bersangkutan dapat mempertahankan audien yang sudah dimiliki untuk bersedia terus mengikuti setiap program yang dihadirkan.
Keterarikan audien, audien pada mumnya tertarik pada program hiburan, namun stasiun dapat memproduksi program yang sesuai dengan minat atau ketertarikan audien.
Ketertarikan pemasang iklan, penayangan program harus dapat menarik minat pemasang iklan dan audien agar bisa berhasil.
Anggaran, jumlah anggaran yang tersedia untuk produksi dan pembelian program adalah faktor penentu yang penting dalam hal apa yang dapat dihadirkan stasiun penyiaran.
Ketersediaan program, sasiun penyiaran harus memiliki stok program (program invetory).
2.    Penyajian program radio
a.    Berita radio
Berita radio merupakan laporan atas suatuperistiwa atau pendapat penting yang menarik. Siaran berita dibedakan dengan siaran informasi. Siaran berita adalah sajian fakta yang diolah kembali menurut kaidah jurnalistik radio. Sedangkan siaran informasi tidak selalu bersumber dari fakta lapangan namun tetap dikerjakan menurut kaidah jurnalistik. Salah satu bentuk siaran informasi populer di radio adalah informasi aktual yang diambil dari surat kabar atau internet.
                  Format penyajian berita radio terdiri atas:
1)    Siaran langsung (live report), yaitu reporter mendapatkan fakta atau peristiwa dari lapangan dan pada saat bersamaan melaporkannya dari lokasi.
2)    Siaran tunda, dalam hal ini reporter mendapatkan fakta dari lapangan, kemudian kembali ke studio untuk mengolahnya terlebih dahulu sbelum disiarkan. Informasi yang diperoleh ni dapat dikemas dalam berita langsung (straigh news) atau beritafeature.
Tujuan menyajikan acara informasi antara lain menginformasikan materi berita/tips yang belum diketahui pendengar atau memberikan atensi ulang atau penekana atas topic tertentu bagi pendengar yang sudah membaca materi itu di Koran atau media massa lainnya.

b.    Perbincangan Radio
Perbincangan radio (talk show) pada dasarnya adalah kombinasi antara seni bicara atau berbicara dan seni  wawancara. Setiap penyiar radio sudah semestinya adalah seorang yang pandai menyusun kata-kata. Singkatnya seorang penyiar radio haruslah pandai bicara.
         
Tiga bentuk perbincangan yang sangat banyak digunakan stasiun radio adalah:
1)        One-on-one-show, yaitu bentuk perbincangan saat penyiar dan narasumber mendiskusikan suatu topik dengan dua posisi mikrovon terpisah di ruang studio yang sama.
2)      Panel discussion, pewawancara sebagai moderator hadir bersama sejumlah narasumber.
3)      Call in show,program perbincangan yang hanya melibatkan telepon dari pendengar. Topic terlebih dahulu di siapkan oleh penyiar radio. Tidak semuarespons audiens layak disiarkan sehingga perlu petugas penyeleksi telepon masuk sebelum di udarakan.

Perencanaan produksi talk show antara lain meliputi:
Penentuan target yang dituju agar topic yang dipilih sesuai dengan kebutuhan pendengar.
Menentukan narasumber yang kompeten terhadap topik yang dibahas.
Memilih penyiar serta menyiapkan lokasi dan peralatan on air terutama jika siaran langsung dari lapangan.
Dalam pelaksanaan urutan talk show adalah sebagai berikut:
Pembukaan
Diskusi utama
Penutup.
c.    Infotaintment Radio
           Infotaintment merupakan singkatan dari nformation dan entertainment yang berarti suatu kombinasi sajian siaran kombinasi dan hiburan atau sajian informasi yang bersifat menghibur.
Tiga bentuk infotainment radio yang popular di Indonesia adalah:
Info-entertainment : penyampaian informasi dari dunia hiburan dengan diselingi pemutaran lagu.
Infotaintment : penyampaian informasi, promosi, dan sejenisnya dari dunia hiburan yang topiknya menyatu atau senada dengan lagu-lagu atau musk yang diputar.
Information dan entertaintment : sajian informasi khususnya berita-berita actual dilengkapi perbincangan yang tidak selalu dari khazanah dunia hiburan diselingi pemutaran lagu,iklan dan sebagainya.
d.    Jinggle Radio
                                     Jingle atau radio air promo adlah gabungan music dan kata yang mengidentifikasikan keberadaan sebuah stasiun radio. Tujuannya adalah untuk mempromosikan keberadaan radio baru di tengah masyarakat, memberikan informasi symbol atau identitas terpenting dari bagian radio agar selalu di ingat oleh pendengar.
Ada tiga jenis jingle radio, yaitu:
1.  Jingle untuk stasiun radio (radio expose)
2.  Jingle untuk acara radio (progamme expose)
3.  Jingle untuk penyiar radio (announcer expose).

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

My Blog List

Pages