Rabu, 09 Januari 2019

Pahlawan tanpa Nama



Judul : “Pahlawan tanpa Nama”
Nama : Indri Pratiwi Putri
TTL  :  Enrekang, 22 Juli 1998
Asal  : Enrekang
Jurusan : Jurnalistik
Email : indry.putri44@gmail.com
No.Hp : 082191547378
Blog   : indryATP.blogspot




            Mungkin bagi sebagian orang yang dianggap pahlawan adalah yang pernah berjasa untuk negeri ini. Tapi lain halnya dengan aku, aku menganggap pahlawan yang aku kenal hanya ada 2 sosok yaitu ayah dan ibu. Pahlawan yang tidak pernah tercantum namanya di museum tapi melekat erat di hatiku selamanya.
Ayahku lahir di Pinrang, 14 Februari 1960 sedangkan ibu lahir di Enrekang, 22 Desember 1978 tepat pada Hari Ibu. Usia ayah terlampau jauh dari usia ibu, beda usianya 18 tahun. Pendidikan terakhir ayah mungkin terbilang rendah karena ayah hanya lulusan SMA. Sosok ayah bagiku adalah pahlawan terhebat yang pernah ada di dunia. Karena walaupun matahari sinarnya sangat terik, ia masih tetap mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Apalagi, aku mempunyai seorang ayah yang dulunya abdi negara sebelum akhirnya ia menjadi petani sekarang.
Saat dia abdi negara, semua orang sangat segan dengannya karena beliau sudah mengabdi selama ±20 tahun sebagai tentara. Selama ini orang berpikir bahwa seorang tentara itu tegas dan kejam, tapi tidak dengan ayahku. Ayahku berbeda dengan yang dipikirkan orang. Beliau sangat lembut, tidak pernah membentak anak-anaknya, bahkan ia sangat ramah dengan semua orang. Aku bangga punya ayah seperti beliau. Walaupun dari keluarga militer tapi ia tak pernah sombong dan memanfaatkan jabatannya untuk merugikan orang lain. Bahkan, ayah sering membantu orang lain yang sedang kesusahan. Tetapi orang lain selalu memanfaatkan kebaikan ayahku sampai ayahku pernah tertipu berulang kali. Hal itu bukan menjadi penghalang ayah selalu berbuat baik terhadap orang lain. Beliau beranggapan bahwa di dunia ini kita saling membutuhkan, tak ada salahnya jika kita membantu sesama.
Sekarang ayah bukan lagi seorang abdi negara. Setelah pensiun dari masa jabatannya sebagai tentara, beliau pindah ke kampung halaman untuk bertani. Mungkin ayahku memang bukan seorang petani profesional dan sukses. Tapi setidaknya, ketika beliau menjadi petani, penghasilannya memang tak seberapa tapi beliau selalu bersyukur. Walaupun bertani memang butuh tenaga yang banyak, butuh keuletan, dan lain-lain. Ayah selalu bersyukur dengan apa yang ia perolah dari hasil kerjanya. Karena ayah selalu percaya bahwa rezeki itu sudah diatur oleh Yang Maha Pemberi Rezeki.
            Sosok kedua setelah ayah yaitu perempuan hebatku yaitu ibu. Mungkin orang lain menganggap bahwa pahlawan perempuan sejati yaitu R.A Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Tapi aku menganggap pahlawan perempuan sejati yaitu “Ibu”. Yang mengandung dan membawaku kemanapun ia pergi selama sembilan bulan. Bahkan terkadang ia harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu saat mengandungku. Kadang juga ia harus membenci sesuatu yang tidak aku sukai ketika aku berada di rahimnya. Sungguh sangat banyak jasa-jasa ibu kepadaku, dan hal itu tidak akan pernah aku lupakan.
            Ibuku lahir di sebuah dusun, bisa dikatakan pelosok. Penduduk dikampung ibuku masih bisa dihitung jari sampai sekarang. Tapi ketika dipinang oleh ayah, ia ikut ke tempat ayah bertugas di kota. Sebenarnya, ibu dan ayah dulu dijodohkan. Saat itu ibu sedang menuntut ilmu di Makassar, lalu ia mendengar kabar dari kampung bahwa ia akan dilamar oleh seseorang. Kemudian ia disuruh pulang oleh kakek dan nenek. Ia menolak alasannya belum siap berumah tangga. Tetapi, karena paksaan kakek dan nenek akhirnya ibu menerima jika ia dijodohkan dengan lelaki pilihan kakek dan nenek. Seiring berjalannya waktu di usia pernikahannya, akupun dilahirkan sebagai anak pertama.
            Saat ibu ikut dengan ayah ketika mengabdi di kota Enrekang, hal yang tak diduga terjadi, ia diangkat sebagai sekertaris di kepengurusan PERSIT (Persatuan Istri Tentara). Ibu tidak menyangka bahwa dia akan diangkat langsung ke jabatan itu yang sebelumnya ibu tidak pernah memegang jabatan di bangku sekolah. Tetapi, ayah percaya bahwa ibu bisa melakukannya. Karena ayah tahu bahwa ibu itu cerdas. Oleh karena itu, ayah memilih ibu diantara ribuan wanita diluar sana. Dan aku sangat beruntung lahir dan besar di bawah didikan ayah dan ibu. Walaupun aku hanya terlahir dan besar dari keluarga sederhana tetapi aku selalu bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberiku 2 permata yang berkilau sepanjang masa di hidupku. Aku adalah satu dari ribuan anak yang beruntung memiliki mereka berdua.
            Sejak kecil ayah dan ibu selalu menekankan 2 hal kepada anak-anaknya, yaitu pendidikan dan agama. Kata mereka, “Tuntutlah ilmu setinggi mungkin nak, karena kami yakin kamu bisa menjadi sukses dan dijadikan contoh oleh orang lain. Tetapi hal yang paling penting selain pendidikanmu adalah jagalah agamamu. Jangan tinggalkan kewajibanmu sebagai umat Muslim. Karena dari Allahlah semua umur, hidup, dan rezekimu.” Kata-kata itulah yang selalu aku ingat di setiap langkahku. Sebagian orang beranggapan bahwa motivator terhebat yaitu Mario Teguh, Merry Riana, dan lain-lain. Tapi tidak denganku. Motivator terhebat bagiku adalah orang tua. Tanpa kita sadari, orang tua sering memberikan kita motivasi di setiap langkah kita.
Orang tua bukan hanya sebagai motivator hebat tetapi ia juga sebagai dokter yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Aku pernah sakit berbulan-bulan tetapi tak ada seorangpun yang merawatku kecuali tangan kedua orang tuaku. Terkadang ketika aku sakit dahulu orang tuaku yang mengobatiku. Tak hanya itu, ketika aku sakit dahulu orang tuaku juga yang menyemangatiku sampai aku pulih dari sakitku. Aku percaya bahwa separah-parah apapun penyakit kita, tidak ada obat terbaik selain doa orang tua.
Aku adalah anak yang selalu dimanjakan orang tuaku dulu. Bayangkan saja, pekerjaan rumah tak aku sentuh sedikitpun. Saat aku memegang piring untuk dicuci, ayah selalu melarangku. Takut aku pecahin piring katanya. Ibu juga begitu. Ketika aku membersihkan pasti langsung menyuruhku pekerjaan lain, contohnya menyuruhku membeli ini dan itu. Aku tidak tahu mengapa merek terlalu memanjakan aku. Pada akhirnya, aku tetap manja sampai dewasa.
            Sampai saatnya sekarang aku duduk di bangku perguruan tinggi karena didikan orang tuaku. Berkat mereka, aku bisa seperti sekarang ini. Mereka selalu memberitahuku, “Sekolahlah tinggi-tinggi nak, jangan seperti kami yang hanya sebatas putih abu-abu”. Memang ayah dan ibuku bukan seorang sarjana, bukan seorang profesor, bahkan mereka hanya lulusan SMA. Tapi, aku bangga punya orang tua seperti mereka. Bagiku mereka lebih dari seorang sarjana, profesor, dan lain-lain. Mereka selalu memberiku motivasi. Aku baru menyadari semua ini saat aku dalam kesedihan dan mengingat ayah dan ibu.
Dari mereka aku banyak belajar tentang kehidupan. Bagaimana kita menghormati dan menghargai orang lain, bagaimana kita bersikap terhadap orang lain, dan paling penting adalah bagaimana kita menghadapi kerasnya kehidupan. Apalagi sekarang aku duduk di bangku kuliah yang mengharuskan aku untuk jauh dari orang tuaku sendiri. Sedih sih, tapi jika aku lemah pasti orang tuaku akan terus memikirkan aku.
Bahkan aku sering berpikir. Bagaimana aku bisa membalas jasa-jasa mereka, bagaimana aku bisa membuat mereka meneteskan air mata karena bangga denganku. Oleh karena itu, sekarang aku sedang berjuang keras untuk menggapai cita-cita tersebut. Aku selalu percaya takdir Allah SWT terhadap semua hambanya. Allah selalu punya rencana terbaik apalagi untuk hambanya yang mau berusaha.








1 komentar:

  1. P'O'K'E'R V`1`T`A adalah situs dengan berbagai jenis permainan online yang membawa hiburan dan kesenangan bersama. Menyediakan berbagai permainan yang dapat dimainkan dalam 1 user ID :

    *ADU Q
    *BANDAR POKER
    *BANDAR Q
    *CAPSA SUSUN
    *DOMINO 99
    *POKER ONLINE
    *SAKONG
    *BANDAR 66 (NEW)

    Fasilitas yang ditawarkan untuk para penggemar judi online adalah :
    * Minimal Deposit : 10.000
    * Minimal Withdraw : 25.000
    * Deposit dan Withdraw 24 jam Non stop ( Kecuali Bank offline / gangguan )
    * Bonus REFFERAL 15% Seumur hidup tanpa syarat
    * Bonus CashBack 0.3%

    Contact us :
    WA: 0812.2222.996
    BBM : PKRVITA1 (HURUF BESAR)
    Wechat: pokervitaofficial
    Line: vitapoker

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

My Blog List

Pages